-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"
By Kartono Farmer (085745135415). Powered by Blogger.

Ingin Masyarakat Makmur Bahagia, Camat Kalitengah Canangkan Larangan Berburu Predator Hama

On October 22, 2021

Kalitengah (22/10/2021) - Bersama Muspika Kecamatan Kalitengah, BPP Kalitengah mengadakan Gerakan Pengendalian Hama Tikus dan Pencanangan Larangan Berburu Burung hantu, ular, Garangan dan katak. Gerakan ini dilaksanakan di Desa Kediren Kecamatan Kalitengah. 

Camat Kalitengah, Ir. H. Mulkan, MM Menyampaikan "Mulai saat ini diseluruh wilayah Kecamatan Kalitengah kita pasangi Baner dilarang berburu Burung Hantu, Garangan, Ular dan Katak. Baner ini akan kita pasang di seluruh Dusun di Kecamatan".

Lebih lanjut H. Mulkan, berpesan pada petani "mulai hari ini dilarang berburu Burung hantu,  ular, katak dan Garangan. Karena semua itu sahabat petani, burung hantu makan tikus, ular makan tikus, Katak makan wereng, Garangan juga makan tikus". 


"Kalau tikus terkendali, wereng terkendali, Hamas penyakit lain juga terkendali, panen melimpah, masyarakat Kalitengah jadi makmur dan bahagia", tegas Camat Kalitengah yang belum genap 1 bulan di Kalitengah ini. 

"Saya sudah berbicara banyak dengan Kepala Desa, tahun 2022 setiap Desa supaya mendirikan rumah burung hantu (RUBUHA) atau bekupon burung hantu dan ini sifatnya wajib,"Tegas H. Mulkan. 

"Kalau Desa Kediren luasnya 99 Ha, paling tidak butuh 10 bekupon burung hantu", tambahnya. 

"Burung hantu yang tinggal di bekupon ini yang akan memakan tikus-tikus. Kalau semua Desa sudah mendirikan bekupon, maka akan aman dari tikus, tidak tergantung dengan strom lagi, dan penggunaan strom ini akan kita berantas karena berbahaya, bisa membunuh manusia". 

"Saat ini Rubuha yang sudah terpasang di Desa Butungan sekitar 20, ini belum efektif karena hanya 1 Desa, kalau semua desa sudah terpasang maka tikus akan berkurang dan petani akan makmur bahagia," Ungkap H. Mulkan yang sangat perhatian terhadap dunia Pertanian ini. 

Dalam pencanangan Larangan Berburu juga diadakan gerakan pengendalian Tikus dengan memberikan Rodentisida atau Pengumpanan Masal, yang diikuti 75 petani Desa Kediren baik petani blok sawah yang tanam padi maupun petani blok tegalan yang tanam jagung dan hortikultura. 

"Tikus merupakan hama yang merusak tanaman padi. Saat ini memang saat yang tepat untuk Pengumpanan Tikus dengan rodentisida, karena baru mulai tanam, karena belum ada makanan" terang H. Mulkan yang pernah menjadi penyuluh pertanian dan Kepala Bidang SDM dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan ini. 

Kegiatan dilanjutkan dengan Pengumpanan masal di sawah masing-masing di lokasi yang sering dilewati petani.

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »