-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"
By Kartono Farmer (085745135415). Diberdayakan oleh Blogger.
Kerjasama dengan Balitjestro, Kalitengah Kembangkan 3000  Tanaman Buah

On Maret 31, 2022

Kalitengah-Setelah kunjungan 20 kepala Desa ke Balitjestro Malang, Petani Kalitengah mendapatkan bantuan 3000 bibit, klengkeng kateki 1000 batang, anggur Kediri Kuning 1000 batang dan jeruk Siam Pontianak 1000 batang. Agar pengembangan 3 jenis tanaman ini sukses di Kalitengah, 40 orang Petani dari 20 Desa dilatih teknis budidaya dari Balitjestro pada Kamis (31/3/2022).  

Membuka acara pelatihan, DR. Harwanto, Kepala Balitjestro Malang menyampaikan "1000 Kelengkeng yang kita berikan ini varietas Kateki, varietas yang lagi dicari saat ini, karena rasanya enak, buahnya tebal dan isinya kecil. Semoga tumbuh dengan baik di Kalitengah". 

"Dengan Inisiasi pengembangan tanaman jeruk, kelengkeng dan Anggur dari Balitjestro ini semoga ada nilai tambah dari kegiatan ini, penghasilan petani meningkat," Harap Harwanto.

Camat Kalitengah memprogramkan wilayahnya menjadi salah satu sentra buah di Kabupaten Lamongan, yaitu sentra Kelengkeng, Jeruk dan Anggur. Hal ini sesuai dengan yel-yel "Kalitengah penuh buah, Kalitengah penuh bunga".


"Mudah-mudahan dibudidayakan dengan baik, semoga 4 tahun berkembang menjadi wisata edukasi petik buah," Harap Mulkan. 

DR. Anang, pemateri dari Balitjestro menjelaskan "Syarat jeruk berhasil itu pertama tanamannya harus benar dulu, varietasnya bagus dan berlabel".

"Peluang usaha jeruk sangat menjanjikan, B/C rasionya 1,82-3,90, modal 1 juta bisa berkembang kira-kira menjadi 9 juta, dan jangan lupa 3% kembali ke Tanamannya berupa Pupuk" ungkap Anang. 

Anang menjelaskan kunci pemeliharaan pada budidaya jeruk " tanaman jeruk dipelihara dari 1 batang menjadi 3 batang utama selanjutnya 9 batang sekunder, rumusnya 1:3:9". 

"Tanam jeruk itu batang bawah jangan ditutup, sampai jeruknya mati, karena beresiko kalau batang atas tertutup, maka akan tumbuh akar dari batang atas". 

Menjawab pertanyaan Munaji Kalitengah, Anang menerangkan, "Jeruk sangat cocok di daerah panas, tambah panas tambah bagus asalkan jangan tergenang air. Sedangkan untuk mendapatkan rasa jeruk agar manis, maka perlu di Pupuk, prinsipnya 3% dari hasil untuk pemupukan, karena saat ini dimasyarakat jarang ngasih pupuk tanaman jeruk". 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Canggih!, Petani Kalitengah Nyemprot Tanaman Padi pakai Drone

On Maret 29, 2022

Lamongan – Petani Kecamatan Kalitengah diperkenalkan dengan teknologi pertanian terbaru, yaitu penyemprotan tanaman padi dengan menggunakan drone untuk menggendalikan hama dan penyakit tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (29/3/2022) di Desa Butungan Kecamatan Kalitengah. 

Penyemprotan dengan menggunakan drone ini dihadiri oleh Sekdin KPP Lamongan, Koordinator POPT, Kabid. SDM, Muspika Kalitengah, KUPT PPK Solokuro, Penyuluh Pertanian BPP Kalitengah, Ketua Gapoktan se-Kecamatan Kalitengah, Pemdes dan Petani Desa Butungan. 

Ketua Poktan Sumber bahagia, Muchid menyambut baik penyemprotan dengan menggunakan drone, “Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana, dengan menggunakan drone ini akan mempermudah dalam penyemprotan tanaman dan menghemat biaya tenaga kerja”. 

Kepala Desa Butungan, Kartono menyambut baik kegiatan ini yang awalnya hanya demonstrasi penyemprotan sebagian lahan saja, akhirnya dilakukan penyemprotan seluruh tanaman padi di Desa Butungan yang luasnya sekitar 31 Ha. "Penyemprotan dengan drone ini dapat bantuan 10 Ha, dan kita kembangkan dengan menggunakan dana swadaya masyarakat dan kelompok tani menjadi 31 Ha," ungkapnya. 

"Pemdes Butungan komitmen dalam pengembangan pertanian. Tahun 2020, pemdes sudah membuat program Rubuha sebanyak 20 unit dan Pengendalian OPT secara masal dilakukan hampir setiap awal musim tanam," terang Kartono.

"Mohon dukungan dari pemerintah daerah untuk pengembangan pertanian di Desa kami khususnya dan Kecamatan Kalitengah pada umumnya," Pintanya. 

Camat Kalitengah, Ir. Mulkan bangga dengan aplikasi drone di Lamongan "Besok 10 tahun kedepan cari orang nyemprot itu sulit, mesin drone ini solusinya. Seperti mesin tanam transplanter yang awalnya tidak ada yang mau, sekarang banyak yang pakai. Drone semprot ini saat ini seperti jadi tontonan, tetapi besok dibutuhkan, jadi solusi pengendalian hama dan penyakit terutama ketika terjadi ledakan hama".

"Semoga Pak Bupati bisa beli drone yang banyak untuk pengendalian hama dan penyakit dan untuk pemupukan, agar biayaanya juga bisa lebih ringan," Harap Camat Mulkan.

Sekdin Ketahanan Pangan dan Pertanian, Eko Mujo, SP, MMA menyampaikan "5 tahun kedepan kita akan dihadapkan era modernisasi pertanian seperti ini. Anak-anak kita nanti yang akan meneruskan bertani sistem modern. Lambat lain Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan mengawal modernisasi pertanian di Lamongan, sudah kita awali dengan traktor roda empat, mesin tanam transplanter, combine harvester dan saat ini penyemprotan dengan drone".

"Bapak Bupati Lamongan menyampaikan, bahwa NTP petani Lamongan saat ini diatas 100, hal ini menandakan masyarakat Lamongan sejahtera dan tidak kekurangan pangan," ungkapnya. 

Direktur PT. Maxxi Tani, Danang menjelaskan “Dengan adanya drone sprayer ini, pekerjaan penyemprotan pestisida bisa lebih cepat, hemat air dan merata. Sebab selama ini, kebutuhan pestisida penyemprotan manual lebih besar, kerap kali tercecer dan tidak tepat sasaran"

"Untuk menyemprot lahan 2 Ha cukup 40 liter air. Dosis atau pemakaian pestisida akan turun 20% dari yang biasa petani lakukan," lanjutnya.

Lebih lanjut Direktur Maxxi Tani menjelaskan "Maxxi Tani baru berjalan 1 tahun, dan Tim Maxi tani yang umurnya kebanyakan kurang dari 30 Tahun siap mengawal petani di Lamongan baik yang selatan rel atau Utara rel". 

"Untuk penyemprotan di Butungan ini Tim agronomis kami menerjunkan 3 drone langsung untuk menyemprot 30 Ha lahan," Pungkas Danang. 



Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Amankan Produksi Pangan, Camat Kalitengah Canangkan "10 Ha 1 Rubuha"

On Februari 21, 2022

Inovasi Lagi!!! Camat Kalitengah Mencanangkan gerakan Pendirian Rumah Burung Hantu  "10 Ha 1 Rubuha" hal ini untuk mengendalikan hama tikus secara alami dan jangka panjang, harapannya petani bisa sejahtera, makmur. dan bahagia. video lengkapnya bisa dilihat di Link berikut:
https://youtu.be/mStTDo-O8H8

Untuk mengendalikan hama tikus yang masih merajalela, Camat Kalitengah bersama jajaran Muspika dan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalitengah membuat program pengendalian jangka panjang, yaitu gerakan pendirian RUBUHA (Rumah Burung Hantu) minimal dalam 10 Ha 1 Rubuha. 
"dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pencanangan pendirian Rumah Burung hantu di Desa Kalitengah, Kecamatan Kalitengah ini diikuti seluruh desa di Kalitengah". 

Lebih lanjut Camat Kalitengah menyampaikan "di Dunia ini semua ada musuh alaminya, agar tikus tidak berkembang, maka kita manfaatkan musuh alaminya, yaitu Burung Hantu. Saat ini pengendalian hama tikus dengan Racun dan stroom itu sangat berbahaya. Kalau menggunakan predator burung hantu ini secara alami dan dalam jangka panjang".

"Paling tidak satu desa bisa membangun rumah burung hantu dengan standar kawasan 10 Ha lahan 1 Rumah Burung hantu," tambah Mulkan. 

Kades Kalitengah, Ardik menerangkan, Kalitengah luasnya 54 Ha dan kita pasang 12 unit Rubuha atau 4,5 Ha lahan 1 Rubuha. 

saat ini di Kalitengah sudah ada 3 Desa yang sudah ada rumah burung hantunya yaitu Butungan dengan 20 Rubuha, Kalitengah dengan 12 Rubuha dan Sugihwaras dengan 6 Rubuha. pemasangan Rubuha ini juga akan diikuti oleh desa-desa yang lain. 

Untuk mencapai ketahanan pangan yang berkeadilan, memang diperlukan langkah strategis pengamanan nya, terutama pengamanan dari serangan hama tikus. 

langkah program pencanangan gerakan pengendalian Tikus dengan cara membuat rumah burung hantu ini merupakan program pengendalian Tikus jangka panjang yang dilakukan secara alami dengan menggunakan predator tikus, yaitu burung hantu.

@bppkalitengah 
@kartonolamongan 
@watini.ok 
@saliha.store 
@onyfahmy 
@khusnunnisa 
@sudartoitok

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Dinas KPP Adakan Pelatihan Teknis SL-IPDMIP, Dorong Peningkatan Produksi Padi Melalui  Sistem Jajar Legowo

On Februari 17, 2022

Lamongan (17/2) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan mengadakan acara Pelatihan Teknis bagi petani IPDMIP yang bertempat di BPP Karanggeneng, yang dibuka Kasi Sarpras Bidang SDM Dinas KPP Lamongan, Kepala UPT Solokuro dan Tim IPDMIP Provinsi Jawa Timur. 


Tim provinsi Jawa Timur menyampaikan "Nanti peserta akan mendapatkan souvernir benih 10 kg/orang, silahkan dimanfaatkan". 

Tim Kabupaten, Fadholi, SP, MMA menyampaikan "Kita diharapkan benar-benar fokus untuk mengamankan ketahanan pangan, maka harus kita pacu masalah budidaya padi". 

"Secara garis besar, budidaya tanaman padi yang sering digembor-gemborkan adalah sistem tanam jajar legowo, karena salah satu sistem yang bisa meningkatkan produksi padi," tambah Fadholi. 


"Saat ini di Kabupaten Lamongan masih sedikit yang menerapkan jajar legowo, padahal itu terbukti bisa meningkatkan produksi, maka ayo menanam dengan sistem jajar legowo," ajak Fadholi. 

Lebih lanjut Fadholi menyampaikan Kelebihan tanam secara jajar legowo, diantaranya memudahkan dalam perawatan tanaman dan dalam pemupukan. 


"Kita harus benar-benar melihat bagaimana cara tanam yang baik dalam menaikkan produksi pertanian, apa yang perlu kita perbaiki dalam teknis budidaya kita?

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan terus memacu petani untuk terus meningkatkan teknis budidaya itu sendiri dalam upaya pengamanan pangan nasional. 

Abas Sholih, Kepala UPT PPPK Solokuro mengajak mempertahankan Lamongan sebagai lumbung pangan dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur dan peringkat 5 Nasional. 


"Jajar legowo ini terbukti teknologi budidaya yang bisa meningkatkan produksi dan juga memudahkan dalam perawatan, ayo ini diterapkan," tambahnya. 

Kartono, Fasilitator Pelatihan menyampaikan teknis tanam jajar legowo mulai dari penyemaian sampai panen. 

"Saat ini kita dituntut untuk meningkatkan produksi padi, padahal lahan pertanian semakin berkurang dan terjadi pelandaian provitas, maka salah satu caranya yang harus kita lakukan adalah peningkatan populasi tanaman melalui penanaman padi sistem jajar legowo," jelas Kartono.

"Jajar legowo ini berpotensi menambah populasi tanaman dan berpotensi meningkatkan produksi padi 10-30%," tambah Kartono. 


Selain teknis tanam jajar legowo, Kartono juga menyampaikan cara produksi benih padi bersertifikat. Hal ini dalam upaya swasembada benih padi, Poktan atau Gapoktan diharapkan bisa menjadi penangkar benih untuk mencukupi kebutuhan benih bagi petani di kelompok nya dan bisa juga dijual untuk memenuhi kebutuhan benih kelompok lain. 

"Untuk menjadi benih bersertifikat, maka harus diperbaiki teknis budidaya nya, seperti pada saat menanam padi harus murni, bebas dari gulma, atau tanaman lain. Begitu juga saat pengeringan harus jauh dari. Varietas padi lain, sehingga tidak tercampur," jelas Kartono. 

"Setelah panen, benih padi harus dikeringkan sampai kadar airnya 10-12%. Kemudian di sortasi dengan alat grider untuk memisahkan padi yang bernas dan yang tidak. Benih yang bagus inilah yang kita kemas dan siap didistribusikan," pungkas Kartono. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Ubah Mindset Petani, Kalau Ingin Produksi Padi Tinggi!

On Februari 10, 2022

Malang (10/2) - Ubah Mindset Petani, Kalau Ingin Produksi Padi Tinggi, demikian yang disampaikan Rahmat Budi, Peneliti BPTP Malang pada 56 peserta Bimbingan Teknis Penyuluhan Pertanian tingkat Jawa Timur.


   
Acara Bimtek ini diadakan di Savana Hotel and convention Malang. Kegiatan ini rencananya dilaksanakan selama 2 hari, yaitu hari Kamis dan Jumat (10-11/2/2022). 

Pemupukan
Mindset petani kita rubah, dari pemupukan kita harus memberikan Phonska di awal, karena N nya pada NPK itu sudah cukup. Setelah 2-3 Minggu baru dikasih pupuk N atau urea, karena Untuk membuat anakan dan pada saat bunting Umur 40-50 kita kasih urea lagi untuk energi saat buntung dan membuat isi. 

Kemudian interval 2 Minggu dipupuk lagi. Karena pupuk itu residunya habis setelah 2 Minggu. Lebih baik memupuk sedikit-sedikit tapi sesuai kebutuhan tanaman. Tapi ya memang butuh lebih banyak biaya dan tenaga, ini biasanya yang dihindari petani padahal biaya yang dikeluarkan akan tertutup dari produksi. Pemupukan yang tepat adalah 3 kali. 15 HST, 30 HST, dan 45 HST. 

Salah kaprah nya petani itu kalau tanaman nggak hijau nggak Marem, maka dipupuk Urea yang banyak. Aslinya pupuk itu kebutuhan tanaman apa kebutuhan orangnya sih?... 

Pengendalian Tikus
Kalau melakukan pengendalian Tikus dengan meracun tikus supaya pakai kontak, kalau pakai sistemik dalam masa sekarat itu ngamuk, malah serangannya ganas. Kalau biar nggak dilihat maka dipendam. 

Kalau Kontak juga agar tikus tidak merasakan sakit, tidak menyiksa (itu kalau menurut agama. 

Untuk pengendalian Tikus dengan TBS/TBBS atau pemasarangannya supaya di dalam setelah air jangan dipasang di pematang. Karena kalau dipematang ...

Singgang
Teknologi singgang, bisa digunakan untuk IP 400. Setelah tanam dengan sistem jajar legowo kemudian bisa disinggang, ternyata ada yang hasilnya mengalahkan tanaman pertama dan ada juga yang gagal. 

Teknis singgang, batang padi harus dipotong pres (ngepok lemah), yaitu anakan yang keluar dari tanah dan mempunyai akar sendiri. Panen wajar, biarkan seminggu setelah ada singgang, berarti layak singgang, tapi kalau setengah yang tumbuh singgang, maka jangan dibuat singgang, Karena akan banyak sulaman. 

Kalau bekas combine harvester bagaimana? Bisa dan tumbuh bagus, tetapi bukan yang ambles kena roda, tapi yang masih rata dengan tanah.

Jajar legowo
Kalau bisa untuk meningkatkan produksi gunakan jajar legowo, yang benar-benar jajar legowo yaitu 2:1. Jangan ada jajar legowo lain. 

Budi berpesan "Petani tidak selalu butuh bantuan, tetapi butuh pendampingan", maka sempatkan bertemu petani dulu baru ke kantor mengerjakan administrasi," Pungkasnya. 



Penulis: Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Tingkatkan Kualitas Benih Padi, Dinas Pertanian Jatim mengadakan Bimtek Bagi Penyuluh

On Februari 10, 2022

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur mengadakan Bimbingan Teknis Penyuluhan Pertanian bagi Penyuluh se-Jawa Timur. Pembukaan Bimtek Penyuluhan Pertanian diadakan di Savana Hotel and convention Malang, Kamis (10/2/2022). 


Ketua panitia, menyampaikan " Bimtek ini untuk meningkatkan pengetahuan penyuluh pertanian Jawa timur, terutama jenis-jenis padi, cara produksi benih padi, Memproses bibit padi dan sertifikasi nya".

Bimtek ini diikuti 56 peserta dari 38 Kabupaten dan kota di Jawa Timur. Sedangkan fasilitator berasal dari BPTP Jawa Timur dan Penangkar Benih UD. Padimas Singosari Malang.

"Tujuannya peningkatan produksi padi dengan Jarwo super dan produksi benih padi yang bersertifikat," terang panitia. 

Koordinator Penyuluh, Diah mewakili Kepala Dinas membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur "Dinas pertanian Jawa timur mendukung ketahanan pangan, salah satunya mengadakan Bimbingan teknis bagi Penyuluh Pertanian, sebagai garda terdepan yang berhubungan langsung dengan petani di lapangan".

"Benih padi yang unggul dan adaptif diharapkan meningkatkan produktifitas ta g didukung teknik budidaya yang baik dan ramah lingkungan". 

"Benih bermutu yang sesuai kebutuhan petani harus dijamin ketersediaannya. Selain tersedia di toko juga harus diproduksi sendiri oleh Poktan dan Gapoktan". 

"Bimtek ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang jenis padi, cara budidaya padi berkualitas dan cara proses benih padi sampai bersertifikat. Harapannya bisa disampaikan pada penyuluh ditingkat BPP/Kecamatan" Pungkasnya. 



*) Penulis: Kartono, S.TP  (PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan Jatim)

Kunjungi Kebun selada Hidroponik, KWT Sejahtera: di Lamongan tapi Seperti di Malang!

On Januari 13, 2022


Kalitengah - Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) "Sejahtera" Kecamatan Kalitengah berkesempatan mengunjungi Kebun Selada Hidroponik "San Farm" di Desa Kediren. Kunjungan disela-sela Pertemuan rutin Asosiasi KWT ini dilaksanakan pada Rabu (12/01/2021). 

Di dampingi PPL dari BPP Kalitengah Kartono dan Rizqi, sebanyak 25 anggota KWT melihat secara langsung kebun hidroponik "san farm"di lantai II atau rooftop disebelah Utara balai desa Kediren. 

Saat masuk ke kebun hidroponik, ibu-ibu Anggota KWT terkesima, ternyata ada kebun sayur sebagus ini di Kalitengah. Ketua Paguyuban KWT Sejahtera, Lisana mengatakan "Nggak nyangka ternyata di Kalitengah yang daerahnya panas bisa tumbuh selada sebagus ini. Melihat hijau dan segarnya sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik ini, kami seperti berada di Malang Jawa Timur". 

"Ketika capek, fikiran penat, sedih masuk ke kebun hidroponik ini melihat sayur segar bisa fresh lagi," imbuh Lisana. 

"Kami jadi tahu ternyata, budidaya sayuran tidak hanya diusahakan di sawah, tetapi juga bisa diusahakan di pekarangan rumah atau di lantai II dengan hasil yang maksimal, seperti di kebun hidroponik San farm ini," terang Lisana.


Anggota KWT juga diterangkan cara budidaya selada Hidroponik mulai dari pembibitan sampai panen dalam umur 2 bulan ini. Menurut operator kebun, Saifud, untuk produksi selada Hidroponik ada 3 tahap, yaitu tahap pembibitan tanaman selama 2 Minggu, kedua tahap remaja selama 2 Minggu dan tahap dewasa selama 3-4 Minggu. 

Saat mau membeli sayuran selada Hidroponik yang besar-besar, anggota KWT sempat kecewa ternyata seladanya sudah dipesan oleh supplier super market di Surabaya. Tetapi rasa kecewa terobati karena bisa beli sayuran dengan kualitas no. 2. Akhirnya sebagian anggota KWT memborong sayur hidroponik. Ternyata Sampai dirumah langsung di eksekusi, ada yang dibikin toping burger, campuran tahu campur, lalapan bahkan ada yang dijadikan tanaman hias. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Camat Mulkan Canangkan Gerakan Kalitengah Penuh Bunga, ini harapannya!

On Januari 10, 2022

Kalitengah - Camat Mulkan memprogramkan Gerakan "Kalitengah Penuh Bunga". Gerakan ini mulai dicanangkan dari Desa Kuluran ditandai dengan kerja Bhakti bersama dan penanaman tanaman hias jusmine disepanjang jalan PU desa Kalitengah pada hari Senin (10/01/2021).

Camat Mulkan menyampaikan "terimakasih program Kalitengah Penuh Bunga direspon masyarakat Kuluran dengan menanami sepanjang jalan dengan bermacam-macam bunga, termasuk hari ini penanaman 21 bunga". 

Kegiatan ini diikuti Sekcam Kalitengah, Kasi Trantib, Babinsa, PPL, Kepala Desa Kuluran bersama perangkat dan warga desa Kuluran.

Sejak awal menjabat, Camat Kalitengah mencanangkan gerakan Kalitengah penuh bunga disepanjang jalan PU mulai dari perbatasan Karanggeneng yaitu Desa Pengangsalan sampai Desa Tunjungmekar. Menurut camat Kalitengah "Gerakan ini untuk menjadikan Kalitengah Lebih asri dan berwarna, selain itu ini untuk perbanyakan tanaman refugia untuk mengurangi populasi wereng karena bunga atau refugia sebagai tempat hidup predator yang akan makan wereng".

Program "Kalitengah Penuh Bunga" itu nanti untuk mendukung wisata Kuliner di Kalitengah, seperti SKCK (stasiun kuliner candi tunggal), Wisata Kuliner Kuluran, Wisata Kuliner Kalitengah, Wisata Kuliner somosari dan lain-lain. 

"Kalau sepanjang jalan Kalitengah ini penuh bunga, masyarakat Lamongan akan senang datang ke Kalitengah," kata Camat Mulkan. 

"Harapannya sepanjang jalan Kalitengah Penuh Bunga seperti di Bali dan di Belanda, kalau masyarakat tertarik akan mencoba kuliner di Kalitengah," harap Camat Kalitengah. 

Untuk mensukseskan program "Kalitengah Penuh Bunga" Camat Kalitengah mengajak Kades yang punya jalan PU untuk pengadaan bunga secara bertahap, dengan target 2-3 tahun selesai.

"Saya harap PPL Kalitengah mendampingi kegiatan penuh bunga ini, termasuk akan direncanakan akan ada lomba bunga terbaik tiap Desa," lanjut Camat Kalitengah. 

"Saya juga mohon kerjasama dari pihak Desa, perangkat Desa untuk ikut mengontrol tanaman, termasuk pemeliharaan secara rutin dengan pemupukan, penyiraman dan penyiangan," Pungkas Camat Mulkan. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Rompi dan Topi Baru

On Januari 04, 2022


Oleh: Kartono*)


Ketika kami kunjungan lapang ke Kelompok Wanita Tani (KWT) "Srikandi" Desa Butungan Kecamatan Kalitengah, seorang Ibu-Ibu anggota KWT berkata,
"Kaget aku didatangi petugas-petugas pakai rompi"
"Saya kira satgas banjir," Lanjutnya. 
"Bukan Bu kami satgas pengendali tikus," kami menjawab sambil ketawa bersama 20 an anggota KWT, karena kebetulan hari itu ada pelatihan pembuatan brand produk pertanian dan pemasaran online.

Kami memaklumi keheranan wanita tani, karena kami belum pernah pakai seragam seperti rompi baru yang kami pakai ini. biasanya pakai seragam kerja sebagaimana jadwal. 

Menjelang tahun baru kemarin, juga menjelang merger Dinas TPHP dan Dinas Ketahanan Pangan menjadi Dinas Baru, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Lamongan mendapatkan bantuan sarana penyuluh berupa rompi dan topi lapangan dari Kementrian Pertanian RI melalui BPSDMP. Bantuan ini didistribusikan kepada penyuluh pertanian di Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pertanian.

Saat menerima dan mencoba rompi baru ini beberapa BPP mengeshare foto di group WA dan status dengan berbagai gaya. Ada yang pakai gaya wayang berjeje-jejer, ada yang pakai gaya melesat dan ada yang pakai gaya bebas. Gaya apapun sah-sah saja sih, asalkan jangan pakai gaya terjun bebas saja ya...ha...ha... Tetapi bagaimanapun gayanya PPL tampil lebih keren dan berwibawa dari sebelumnya. Apalagi kalau bisa berkumpul bersama seluruh penyuluh Kabupaten Lamongan yang jumlahnya lebih dari seratus orang. Sayang pandemi Covid-19 masih mengintai yang mengharuskan kita lebih berhati-hati. 

Dengan semangat tahun baru, Dinas baru dan rompi baru ini menjadi motivasi bagi penyuluh pertanian lebih semangat dalam menjalankan aktifitas pendampingan petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

Tanpa memandang nilai dari rompi dan topi, sebagai PPL Lamongan, saya sendiri merasa bangga memakai rompi yang bertuliskan “Penyuluh Sobat Petani” ini. Dengan rompi dan topi ini Penyuluh Pertanian akan semakin mudah dikenali para petani, meski dari kejauhan, karena rompi ini bisa menjadi identitas seorang penyuluh. Ketika ada yang bertanya "Siapa itu yang pakai rompi baru?", Bisa dijawab sendiri oleh petani "oh itu Pak PEPEEL". 


Itu baru rompi dan topi baru, bisa menunjukkan identitas sebagai PPL, apalagi ditunjang dengan sarana prasarana lainnya seperti alat uji pH meter otomatis, PUTS atau PUTK yang praktis langsung bisa mengetahui unsur hara tanah dengan cepat, aplikasi deteksi serangan OPT, Kendaraan dinas lapangan yang sesuai dan lain-lain. Sepertinya agak mengada-ada ya tetapi itu sebagai senjata kita yang diperlukan untuk mendampingi petani dan menjadi suatu keharusan. Saat ini Khan sudah zaman digital, zaman drone, zaman apa-apa serba aplikasi. 

Menurut Menteri Pertanian M. Yasin Limpo, “Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Sosok yang harus mendampingi petani dan memastikan pertanian tidak terkendala,”. Tentunya kalau menjadi garda terdepan, maka harus punya senjata ampuh dan canggih agar memenangkan setiap pertempuran. 

Kalau ditugaskan di garda terdepan pertanian, lalu apa tugas dari penyuluh?, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menjelaskan secara rinci fungsi dan tugas penyuluh. “Ada 3 faktor kunci dalam pembangunan pertanian. Pertama, Penyuluh sebagai penelitian inovasi teknologi. Kedua, petani sebagai user teknologi, orang yang memanfaatkan teknologi untuk menggenjot produktivitas dan ketiga ada penyuluh sebagai jembatan antara peneliti dan petani, sosok yang menjadi jembatan antara produk inovasi teknologi dan implementasi di lahan sawah dan ladang,” katanya.

Lebih lanjut Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan “penyuluh harus memastikan petani mau dan mampu mengimplementasikan inovasi teknologi tersebut di lahan masing-masing”
“Tugas penyuluh adalah mendampingi petani. Sehingga, petani dapat dan mau mengimplementasikan inovasi teknologi untuk menggenjot produktivitas,” terang Dedi Nursyamsi.
“Penyuluh pertanian masa depan harus punya prototype, pertama harus menguasai inovasi teknologi. Itu modal menggenjot produktivitas. Kedua, penyuluh harus punya daya juang tinggi, agar bersama petani bisa menggenjot produktivitas, ketiga penyuluh yang menjadi sohib atau soulmate petani. Penyuluh harus dekat dengan petani,” katanya.

Petani Lamongan “Maju, Mandiri, Modern”.


*) PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan, Fasilitator Diklat UMKM BNSP, dll

Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha, BMT Mandiri Sejahtera Gelar Pelatihan Perijinan dan Packaging

On Desember 30, 2021

Lamongan – Bekerjasama dengan PMKM Prima Lamongan, BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur mengadakan Pelatihan peningkatan kapasitas pelaku UMKM dengan materi perijinan usaha dan packaging. Pelatihan ini diadakan di Lantai II KSSPS BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur hari Rabu (29/12/2021).

Pelatihan bagi 50 orang pelaku UMKM anggota  BMT Mandiri Sejahtera ini mendatangkan Narasumber Rozikin, M.Pd Ketua PMKM Prima Lamongan yang juga sebagai  Konsultan UMKM Nasional dan Co- Founder PT. Muji Karya Alam.

"Pada pelatihan ini peserta akan dibantu perijinannya. Kami ingin anggota koperasi dapat meningkat usahanya" Kata H. Ayubi Khozin, general manager BMT Mandiri Sejahtera saat membuka acara pelatihan.

"Untuk permodalan, dari pihak BMT siap mendukung, bahkan ada yang pembiayaan nya 0%, pembelian alat juga bisa kita fasilitasi" ungkap H. Ayubi Khozin.

"Jadilah mental Kaya, Jangan senang dibantu. Seperti pelatihan hari ini merupakan upaya mendorong UMKM Lebih meningkat lagi," tambah H. Khozin.

"Bisa buat produk tidak bisa memasarkan ya percuma, makanya dilatih seperti ini biar meningkat," pungkas H. Khozin.

Rozikin menyampaikan materi pentingnya pengemasan dan perijinan. "dengan diadakannya pelatihan ini agar pelaku usaha dapat membuat kemasan yang memiliki daya tarik sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan menjadi semakin tinggi secara otomatis akan meningkatan pendapatan”.

"Pelaku UMKM  supaya dapat Move On (berpindah) dari kemasan yang standar menjadi kemasan yang menarik," Terang Rozikin.

"Kita harus mempunyai jiwa pemberi, jangan mempunyai jiwa meminta. Kita harus bisa menjadi orang yang mampu, orang yang sukses dan suka memberi (Loman dan barokah)," harap Rozikin.

Pelatihan dilanjutkan dengan sharing produk dan evaluasi sample produk yang dibawah oleh peserta. Kemudian ditunjukkan kekurangannya untuk diperbaiki, dan diharapkan pada saat pelatihan lanjutan sudah ada perubahan lebih baik.

Adanya pelatihan ini meunjukkan BMT Mandiri Sejahtera komitmen untuk memajukan usaha anggotanya, selain dibantu permodalan, anggota difasilitasi pengadaan alat usaha, diadakan pelatihan UMKM lanjutan  dan termasuk memborong semua produk sample UMKM yang dibawah peserta. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,