-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"
By Kartono Farmer (085745135415). Diberdayakan oleh Blogger.
Penyuluh Pertanian Kalitengah Bina Saka Taruna Bumi Pramuka Budidaya Sayuran

On Agustus 15, 2022

Peringatan hari Pramuka ke-61 Kecamatan Kalitengah diadakan di Pendopo Kecamatan Kalitengah, Minggu (14/8/2022). Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan di Lapangan, yaitu Saka Taruna Bumi yang dilaksanakan di KWT Srikandi Desa Butungan yang langsung dibina Kakak Pembina dari Penyuluh Pertanian Kecamatan Kalitengah. 

Acara ini dibuka oleh Sudarto, sambutan dari panitia dan sambutan dari Kepala Desa Butungan sebagai tua  rumah. 

Untuk menjaga ketersediaan pangan dan kedaulatan pangan di masa depan, maka perlu dilakukan pembinaan pada generasi tani mulai sejak dini. Generasi Muda Perlu dikenalkan dan  ditumbuhkan rasa  cintanya pada dunia pertanian yang menyediakan pangan untuk masyarakat. Hal ini disampaikan Sudarto dalam pembukaan kegiatan Saka Taruna Bumi pada peringatan Hari Pramuka ke-61. 

Penyuluh sekaligus Koordinator Penyuluh Pertanian di BPP Kalitengah ini menjelaskan "Saka Taruna Bumi ini wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan Sikap para anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian".

"Adanya kegiatan Saka Tarunabumi ini untuk mewujudkan generasi muda yang cinta pertanian, menjadi petani yang maju, mandiri dan modern, dengan menyediakan wadah pendidikan luar sekolah di bidang pertanian," imbuhnya. 

Sudarto, menambahkan, Peserta akan kita beri pengetahuan dan praktek cara budidaya pertanian, khususnya budidaya sayuran yang kita bagi menjadi 4 bidang, yaitu: Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan dan Pengolahan Hasil. 

Kades Kartono menyampaikan, "Kali ini Pramuka akan kita ajari tanam sayuran di KWT Srikandi dan Asman Kenikir Desa Butungan, Kalitengah. Disini ada pengembangan Sayuran dan juga toga". 

"Atas nama pemerintah desa, saya bersyukur dan salut sebagai generasi muda, adik-adik Pramuka mau belajar tentang pertanian. Anak-anak muda Ini bisa menjadi generasi penerus pertanian Di Indonesia" imbuhnya. 

Didik Subagio Ketua Panitia Kemah mengatakan, "Adik-adik nanti akan diajari tentang dunia pertanian, bahwa pertanian tidak harus kaki kotor, tidak harus terjun ke sawah, tapi bisa dilaksanakan di pekarangan bahkan tanpa tanah". 

Selanjutnya, peserta yang terdiri dari 100 siswa dari 4 sekolah SMK dan SMA di Kecamatan Kalitengah ini dibagi menjadi 4 kelompok yang akan Mengikuti pelatihan dari penyuluh dan kader KWT Srikandi. 

Tahap 1, Rizqi mengajak peserta membuat pembibitan tanaman hortikultura sistem sosis. "Tanah kering yang sudah diayak ini kita masukkan plastik sosis, kemudian kita lubangi, direndam air kemudian dipotong sepanjang 3 cm. Media pembibitan siap ditanami benih terong, cabe, terong, dan lainnya". 

Tahap 2, bersama Watini, peserta mendapatkan pengetahuan cara menanam sayuran tomat, cabe, terong, kembang kol dan toga di polibag. 

"Media tanam untuk sayuran, kita mencampur tanah, kompos/pupuk organik dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 yang dicampur rata, kemudian di masukkan polibag ukuran 40 cm," terang Watini.

"Jika media siap, bisa ditanami dengan bibit yang sudah disiapkan dalam polibag kecil ini, kemudian kita Siram. Dan tanaman polibag siap dipelihara," tambahnya. 

Kartono mendampingi peserta di tahap ketiga, yaitu tahap pemeliharaan dan sistem tanam. "Sistem tanam di KWT Srikandi ini ada 4, yaitu; sistem tanam di polibag, Vertikultur paralon, vertikultur drum dan hidroponik. 

Untuk Tahap 4, Pengurus KWT Srikandi yang juga kader Asman Kenikir, menjelaskan tentang produk olahan andalan disana "KWT Srikandi memproduksi Jahe insan, Temulawak instan dan kunyit instan, untuk minuman Siap saji, kita produksi kunyit asam dan minuman bunga Telang. Selain itu kita juga produksi beberapa jenis kripik dan toga kering". 

Acara ditutup dengan sambutan dari KWT Srikandi dan dilanjutkan sesi foto bersama. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Peserta SL-IPDMIP Kalitengah Adakan Pengamatan OPT Rutin, Apa Hasilnya?

On Agustus 11, 2022

Lamongan - Sekolah Lapang IPDMIP Desa Mungli sudah memasuki pertemuan yang ke-6, Kali ini dilakukan pengamatan OPT di lahan laboratorium lapang dengan umur padi 36 HST, pengamatan dilakukan hari Kamis (11/8/2022). 

Kades Mungli, Sutrisno mengatakan, "Alhamdulillah tahun ini kita dapat kegiatan pelatihan dari pertanian yaitu SL IPDMIP, harapannya dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan pengalaman dan pengetahuan dalam berbudidaya pertanian bisa meningkat sehingga produktivitas pertanian bisa maksimal dengan biaya produksi padi seminimal mungkin". 

Kades Sutrisno, melanjutkan"Lebih-lebih mulai juli kemarin untuk subsidi pupuk kemarin hanya urea dan NPK sehingga dengan adanya pelatihan ini yang di dalamnya ada pelatihan pembuatan pupuk organik dengan harapan di tahun depan kita bisa produksi pupuk organik lagi karena nitrogenik juga sudah tidak ada subsidi mudah-mudahan kita bisa bersaing dengan pupuk organik yang lain"

"Desa Mungli sudah berjalan 2 tahun berjalan, kita menyiapkan agen hayati untuk pengendalian hama dan penyakit, yaitu Beauveria dan Pgpr sehingga nanti bisa membantu petani yang ada di sini agar tidak hanya mengandalkan obat-obatan kimia, tapi bisa mengendalikan secara alami," jelasnya. 

Gatot Sukamto melaporkan, Hasil pengamatan pada pertemuan ke-6 SL IPDMIP Desa mungli Kecamatan Kalitengah, "Pada pengamatan yang kedua di lahan Pak siswandi dengan varietas Inpari 42, umur tanaman 38 hari setelah tanam (HST), dalam pengamatan kami sebagai berikut; rumpun pertama anakan 17 tinggi 95 yang ditemukan hanya tomcat satu ekor, rumpun kedua anakan 20 tinggi 104 cm yang ditemukan tidak ada apapun, rumpun yang ketiga anakan 24 tinggi 95 cm yang ditemukan ada bercak di daun, rumpun keempat anakan 20 tinggi 95 cm yang ditemukan ada bercak di daun, rumpun kelima anakan 23 tinggi 120 cm yang ditemukan ada bercak juga ada kepik helm 2 ekor, rumpun keenam anakan 27 tinggi 98 cm yang ditemukan kepik 2 ekor dan ada bercak di daun, rumpun ke-7 anakan 28 tinggi 97 cm yang ditemukan kepik helm 3 ekor, rumpun ke-8 anakan 28 tinggi 98 cm yang ditemukan tomcat dan ada bercak di daun rumpun ke-9 anakan 28 tinggi 99 cm yang ditemukan kepik hrlm 2 ekor, rumpun yang terakhir rumpun ke-10 anakan 19 tinggi 102 cm yang ditemukan kepik helm 2 ekor".

"Kesimpulan dari kelompok 1 tanaman tersebut aman karena banyak musuh alami seperti tomcat dan kepik helm," tambahnya.

Dalam pembahasan, Khusnunnisa menyampaikan "dari hasil pengamatan Kelompok 1, dalam 10 rumpun rata-rata WBC 0 ekor, kumbang helm 1 ekor/rumpun dan Tomcat 0,5 ekor/rumpun. Maka dapat disimpulkan masih aman, karena musuh alami lebih banyak dari OPT nya".

"Kelompok 2, ditemukan WBC 0,5 ekor/rumpun, tomcat 0,9 ekor/rumpun, kumbang helm 1 ekor/rumpun dan laba-laba 1 ekor/rumpun. Di kelompok 2 ini juga termasuk masih aman karena ditemukan musuh alami daripada OPT nya. Sedangkan dikelompok 3 tidak ditemukan OPT, hanya bercak daun" jelas Khusnun.

Di akhir pembahasan, Khusnun memberikan rekomendasi pengendalian untuk lahan laboratorium lapang ini adalah dengan penyemprotan Agens Hayati rutin untuk pengendalian alami dan penyemprotan OPT blast.

Sudarto menegaskan, "Di Desa Mungli sudah disediakan Agens Hayati, saya mohon dimanfaatkan dan disemprotkan di Tanaman padi saat pagi atau sore hari. Kita lakukan pencegahan atau antisipasi dulu dengan Agens Hayati, jangan diikit-dikit disemprot dengan racun atau pestisida". 

"Kita juga supaya melakukan pengamatan secara teratur, jangan hanya dilihat dari atas pematang lahan," pinta Sudarto mengakhiri sambutannya.

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Antisipasi Serangan Wereng, Poktan Sri Rejeki Adakan Gerakan Penyemprotan Agens Hayati

On Agustus 06, 2022

Kalitengah - Kelompok tani Sri Rejeki Desa  mungli mengadakan gerakan penyemprotan agen hayati untuk mengantisipasi serangan hama wereng.  Karena sudah ditemukan populasi hama wereng walaupun belum banyak. Titik kumpul gerakan di kelompok pomahan tepat di selatan desa Mungli. Kegiatan dilaksanakan pagi hari pada hari Rabu (3/8/2022). 

Pengurus Kelompok Sri Rejeki 01, Siswandi mengatakan "saat ini kita mengadakan gerakan di Blok Pomahan dengan luas 10 Ha dan agen hayati sebanyak 60 liter".

"Saat ini sudah ditemukan populasi wereng sebanyak 1-2 ekor per rumpun. Walau belum banyak, tapi kita harus antisipasi. Makanya kami mengadakan gerakan pengendalian dengan agen hayati beauveria," tambah Siswandi. 

Menurut Ketua Gapoktan Sri Rejeki, Gatot Sukamto, "Desa Mungli sudah menerapkan pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan agen hayati, sejak tahun 2000 an, sejak panen raya di Desa Mungli yang dihadiri Bupati Lamongan". 

"Tahun ini, Desa Mungli kembali mengganggarkan pengendalian OPT dengan agen hayati dari dana desa. Kami telah menyiapkan sebanyak 1.500 liter agen hayati bauveria dan Pgpr, Agens Hayati ini kami produksi," terang Gatot, yang juga sebagai ketua PPAH Sri Rejeki Desa Mungli. 

Khusnunnisa, POPT Kalitengah menjelaskan "pengendalian opt menggunakan agen hayati sebagai langkah antisipasi perkembangan OPT dapat dilakukan seminggu sekali setelah tanam. Aplikasi Agen hayati dari awal tanam  diharapkan dapat meminimalkan aplikasi pestisida kimia. Dengan aplikasi Agens Hayati minimal diharapkan stabilitas populasi musuh alami di lahan persawahan dapat terjaga". 

"Beauveria ini agen hayati untuk mengendalikan hama, seperti walang sangit, wereng coklat, dan sejenisnya. Beauveria ini merupakan sejenis patogen yg menyebabkan hama menjadi sakit bahkan mati," jelas khusnun. 

"Aplikasi Agen hayati beauveria ini bisa dilakukan menggunakan dosis 250 ml/tangki atau 1 gelas air mineral, ketika ditemukan wereng 1 atau 2 rekor/rumpun. Apabila terjadi peningkatan ya ditambahi 2 gelas per tangki. Adapun waktu aplikasi yang baik adalah saat sore hari, dan diulang seminggu sekali," tambahnya.

Kartono85745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Gapoktan Tani Makmur Desa Kalitengah Adakan Penyuluhan dan Temu Tani

On Juli 27, 2022

Kalitengah (27/6) - Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Tani makmur Desa Kalitengah mengadakan acara Penyuluhan dan temu tani, bertempat di Balai Desa Kalitengah, Pada Rabu (27/6/2022).

Acara yang diprakarsai Gapoktan kalitengah ini dihadiri 50 orang petani yang tergabung dalam 2 kelompok tani, kelompok tani (Poktan) Tani Makmur 01 dan Tani makmur II. 

Kades Kalitengah, Ardik mengatakan " pelatihan ini untuk membantu petani dalam budidaya pertanian, sehingga usaha pertaniannya tidak ada masalah".

"Pemerintah desa sangat mendukung petani, Poktan dan Gapoktan dalam mengembangkan pertanian di Kalitengah. Wujudnya bisa dengan pembangunan dan perbaikan sarana irigasi pertanian atau fasilitasi lainnya," tambah Kades Kalitengah.

Kades Ardik mengungkapkan "Tahun lalu Pemdes Kalitengah memfasilitasi pembuatan 12 unit Rumah burung hantu, sebagai wujud pengendalian tikus dengan menggunakan musuh alami (Burung Hantu), selain itu juga diprogramkan pengumpanan tikus secara kontinu". 

Dalam penyuluhan dan temu tani kali ini, Gapoktan kalitengah menghadirkan penyuluh pertanian dari BPP Kalitengah Kartono bersama dengan Produsen Benih Pertiwi dan PT. Kalatham. 

Kartono menjelaskan tentang cara pengendalian asam-asaman yang sering terjadi di Desa Kalitengah. "Asem-aseman ini sering terjadi pada lahan yang drainasenya jelek, bahan organik kurang, dan biasanya terjadi pada bulan Januari sampai Mei".

"Kita harus memperbaiki drainase di lahan sawah, apabila 

Firman dari Pertiwi menjelaskan bahwa Padi varietas Pak Tiwi ini sangat cocok ditanam di Kalitengah, karena tahan wereng, produksi bisa sampai 12 ton per Ha, anakan banyak, daun bendera seperti 42 dan tahan roboh. 

"Hanya saja umurnya agak lama, sekitar 125 Hari," terangnya. 

Terkait asam-asaman, Afan menjelaskan "saat padi terkena asam-asaman jangan dipupuk dulu, tapi kita infus dulu dengan disemprot menggunakan mikrofit".


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

KWT Srikandi Desa Butungan Ikuti Pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Pasar Rakyat

On Juli 20, 2022

Lamongan- KWT Srikandi Desa Butungan ikut meramaikan pameran pekan lingkungan hidup dan pasar rakyat di GOR Lamongan, Selasa (19/7/2022). 

KWB Srikandi tampil memukau dengan Mengandalkan produk olahan tanaman obat keluarga (Toga), berupa Jahe instan, temulawak instan, Telang instan dan produk sejenisnya. 


Sutini ketua KWT Srikandi mengatakan"Alhamdulillah kami bisa mengikuti Pekan lingkungan hidup ini mewakili Desa Butungan, salah satu Desa Pioneer LGC di Lamongan".

"Kami membawa produk olahan tanaman obat keluarga dalam bentuk serbuk dan instan, untuk membantu pengobatan secara alami. Diantaranya jahe instan, kunyit instan, temulawak instan, dan inovasi kami terbaru yaitu minuman dari bunga Telang yg ang kita buat instan," tambahnya.

Walaupun pandemi, lanjut Sutini, karena sudah terbiasa memelihara tanaman di pekarangan rumah, kami masih memelihara tanaman baik jenis bunga, sayuran dan juga jenis toga, yang kami ikutkan dalam asuhan mandiri toga". 

Pekan lingkungan hidup dan pasar rakyat ini merupakan upaya membangkitkan kembali program andalan Pemerintah Kabupaten Lamongan (reborn) Green and Clean (LGC) yang telah vakum akibat pandemi Covid-19. Program ini berfokus pada lingkungan berkelanjutan yang dilakukan dengan pendekatan kompetisi lingkungan antar wilayah.

Program LGC ini dibangkitkan bersama dengan sekolah adiwiyata, proclean, kampung berseri, UMKM produk go green, dan lomba fashion show yang mengusung tema casual batik warna alam.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi membuka langsung kegiatan yang ditempatkan di Gedung Olahraga (GOR) Lamongan, Selasa (18/7/2022).

Pak Yes dalam sambutannya mengatakan “Alhamdulillah senang sekali pada hari ini, bangga sekali, bahwa setelah 2 tahun kita vakum di dalam pelaksanaan LGC, hari ini kita mulai kembali. Untuk itu saya mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan, khususnya sekolah-sekolah yang mendapatkan adiwiyata, RT-RT baik RT perintis sampai mandiri, juga para penerima penghargaan jeding resik untuk OPD-OPD.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan Anang Taufik menjelaskan "kegiatan LGC tahun ini pelaksanaannya dilaksanakan secara online dan diikuti hampir 250 RT".

"Penilaian sudah dilakuan selama 1 bulan dan verifikasi lapang, hingga diperoleh 34 RT dari perintis hingga community center," Pungkasnya. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Makan Sepuasnya!, Wanita Tani Kalitengah Wisata Edukasi Petik Jeruk di Balitjestro Malang

On Juni 27, 2022

Malang (26/6) - Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) "sejahtera" Kecamatan Kalitengah wisata edukasi petik jeruk di balitjestro Malang. 

Kegiatan tahunan ini diikuti oleh 50 anggota KWT se Kecamatan Kalitengah. Selain untuk wisata edukasi dan refreshing, kegiatan ini juga sebagai penyemangat untuk mengembangkan tanaman jeruk di Kalitengah yang saat ini sudah ada tanaman jerukk sebanyak 1.700 batang. Sebelum idul Fitri 2002 kemarin, Kecamatan Kalitengah mendapat bantuan bibit jeruk, kelengkeng dan anggur dari Balitjestro Malang sebanyak 3000 batang, dan untuk tanaman jeruk sendiri dapat tambahan. 

Menurut Lisana, Ketua Paguyuban Kwt "Sejahtera" Kalitengah, "Wisata edukasi ke tempat petik Jeruk Balitjestro ini selain melakukan kegiatan wisata juga untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di Kebun jeruk". 

"Selain bisa menikmati jeruk sepuasnya, di Kebun kita juga bisa belajar cara budidayanya dari tanam sampai panen dari ahlinya langsung, Karena Balitjestro ini lembaga penelitian milik pemerintah" ungkapnya. 

"Wisata petik jeruk ini termasuk sangat terjangkau harganya, tiket masuk hanya Rp 20.000 dan bisa makan sepuasnya di kebun apabila pengunjung memetik sendiri untuk dibawa pulang akan ditimbang dengan harga 12.000 per kg nya," Tambah Lisana. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Pupuk Langka, Petani Kalitengah Praktek Bikin Pupuk Organik

On Juni 21, 2022

Petani Kalitengah peserta sekolah lapang IPDMIP Desa mungli Kecamatan Kalitengah mengikuti praktek pembuatan pupuk organik padat (POP) dari Kotoran hewan (Kohe) dan limbah pertanian. selain itu, peserta juga praktek membuat mikroorganisme lokal (MOL) dari buah-buahan yang tidak dimanfaatkan lagi untuk dijadikan pupuk cair dan dekomposer sebagai bahan pengurai limbah menjadi pupuk organik. Sekolah lapang pertemuan ke-3 ini diadakan di Gudang Pupuk Desa Mungli, hari Selasa (21/6). 

Menurut Sudarto koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kalitengah, untuk membuat pupuk organik padat ini dibutuhkan bahan-bahan yang bisa kita cari di lingkungan kita diantaranya kotoran kambing atau sapi, sekam atau sekam bakar, dolomit atau kapur pertanian, daun-daunan hijau atau sejenis legum kemudian kita campur dan dikocor dengan dekomposer EM4".

"Kita praktek membuat pupuk organik ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pupuk yang saat ini dirasa masih kurang (langka) selain itu kita juga memanfaatkan bahan-bahan lokal yang ada di sekitar kita untuk membuat pupuk," tambah Sudarto. 

Sudarto mengungkapkan "Dahulu nenek moyang kita dulu menggunakan pupuk organik dalam budidaya pertaniannya. Karena kondisi pupuk subsidi kurang, maka kita menggalakkan penggunaan bahan organik untuk tetap menjalankan usaha pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan". 

"Dengan diadakannya sekolah lapang dengan pemberian materi dan praktek pembuatan pupuk organik ini, masing-masing petani bisa membuat pupuk organik sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada, seperti kotoran sapi, kambing, kelinci maupun ayam," harap Sudarto. 

"Pemakaian pupuk organik sangat dianjurkan, untuk memperbaiki sistem budidaya, menghasilkan produk yang aman, melestarikan lingkungan dan mengurangi pemakaian pupuk kimia Secara berlahan, walaupun belum bisa 100% pindah dari pupuk kimia bke pupuk organik," Pungkas Sudarto. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Gerdal di Kalitengah, POPT Lamongan Sampaikan 5 Kunci Sukses Pengendalian Tikus

On Mei 20, 2022

Petani Desa Canditunggal Kecamatan Kalitengah mengadakan gerakan pengendalian hama tikus pada Jum'at (20/5/2022) di titik kumpul Balai Desa Canditunggal. Kegiatan ini dihadiri POPT Korwil Bojonegoro, Kortikab POPT Lamongan, POPT wilayah Kalitengah, Kades Canditunggal bersama perangkat dan Penyuluh Pertanian BPP Kalitengah. 

"Ini adalah gerakan pengendalian pengumpanan yang ke-3 dalam musim ini," tambahnya. 

Pada awal acara, POPT Kecamatan Kalitengah, Khusnun menyampaikan temuan adanya serangan hama tikus, ditandai dengan diserangnya tanaman muda, banyak tanaman padi yang dipotong.  Untuk itu perlu ada gerakan yang terencana untuk pengendaliannya. 

Kortikab POPT kabupaten Lamongan, Mastur AS, SP, MMA Mengungkapkan, bahwa kunci keberhasilan pengendalian tikus itu ada 5, yaitu: 
1. Pengendalian meliputi areal luas, atau pengendalian di hamparan.
2. Pengendalian harus dilakukan secara masal atau bersama-sama.
3. Pengendalian tikus dilakukan secara kontinu atau terus menerus.
4. Tidak menggunakan umpan yang bikin jera tikus, maka supaya digunakan umpan yang sistemik. 
5. Pembuatan persemaian supaya dilakukan dalam blok atau 1 tempat untuk mengontrol hama dan penyakit. 

"Perkembangan tikus ini tergantung makanan di lahan. Semakin banyak makanan dan terus menerus, maka perkembangan tikus semakin merajalela," tegas Mastur. 

Edy, POPT Korwil Bojonegoro, mengungkapkan pengendalian tikus itu kuncinya dilakukan sejak awal atau dini, bersamaan dan terus menerus. Mengendalikan tikus tidak boleh menggunakan kata memberantas, kita hanya mengurangi dan mengendalikan saja. 

Acara dilanjutkan dengan gropyokan dan pengendalian dengan menggunakan mercon tikus bantuan pemerintah. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Petani Kalitengah Study Tiru di Sentra Bawang Merah GLOWING Imogiri Bantul

On Mei 18, 2022

Yogya (18/5) - 46 petani Kalitengah yang tergabung dalam asosiasi Gapoktan sumber makmur mengikuti Study Tiru budidaya bawang merah di Nawungan Selopamioro Imogiri Bantul Yogyakarta. Peserta disambut Perakilan dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, PPL Pendamping, Ketua Kelompok tani Lestari Mulyo dan anggota. 

Sudarto, Koordinator BPP Kalitengah menyampaikan maksud kunjungan studi tiru untuk menimbah ilmu tentang budidaya bawang merah, karena tingginya tingkat serangan tikus mengakibatkan gagal panen padi. Petani kalitengah berencana membuat inovasi dengan menanam komoditi yang tidak diserang tikus. Salah pilihannya adalah komoditi bawang merah. 

"Peserta studi tiru ini ada 46 orang petani dan pengurus asosiasi Gapoktan sumber makmur. Sepulang dari studi tiru ini kami berharap bisa diterapkan di Lamongan", terang Sudarto.

"Saya berharap silaturahim petani dan petugas dari Lamongan dan Bantul ini tetap terjalin selepas acara ini," lanjutnya. 

Lukito, PPL Imogiri mengutarakan bahwa, 70% wilayah Nawangan ini pegunungan dan 30% dataran rendah. 

"Bawang merah di Nawangan ini dinamakan bawang merah GLOWING yang merupakan singkatan dari gede, ngemeske, berwawasan lingkungan. Hal ini sebagai brand bawang merah diwilayah ini," terang Lukito.

"Apa yang disampaikan petani kami silahkan di Amati, tiru dan modifikasi. Lahan disana berbeda, maka harus dimodifikasi disesuaikan dengan wilayah Kalitengah. 

Ketua kelompok Lestari Mulyo, Pak Jauhari atau lebih akrab dipanggil Mbah Jauhari bercerita bahwa awalnya daerah disini marjinal, susah air, kemudian punya keinginan ada tanaman di musim kemarau. Alhamdulillah saat ini ada tanaman, bahkan  sepanjang tahun tidak pernah berhenti tanam. 

"Pola tanamnya padi, sayuran, bawang merah. Umur bawang merah sangat pendek cuma 2 bulan, sehingga perputaran uang juga cepat," terangnya.

Saat ini petani kami diperhatikan berbagai pihak dengan dibuatkan gedung pembibitan, embung, dan sistem pengairan. Setiap petak ada embungnya untuk memanen air hujan. 

Awalnya yang menanam bawang merah 6 orang, Saat ini sekitar 143 petani dewasa dan 43 petani milenial. Keunggulan bawang merah disini adalah ramah lingkungan, walaupun belum bisa meninggalkan pestisida, tetapi sudah menerapkan pupuk organik dan membuat pupuk organik sendiri.

Setiap 1000 meter, biayanya 13,5 juta, kemudian hasilnya rata-rata 18-20 ribu per kg sehingga diperkirakan mendapatkan hasil 20 juta rupiah. 

Proses budidayanya lain daripada yang lain, bedengan dibuat malang, pengairan dengan Sibel dan penyiraman menggunakan smart farming, yaitu mengontrol penyiraman dengan menggunakan HP. 

Ada beberapa kendala, yaitu hama dan penyakit, gulma dan musim hujan lebat. Salah satu kelemahannya adalah kurangnya tenaga kerja. 

Kalau tanam bawang merah ini harus tahan banting, nggak boleh kapok, kalau gagal ya bangkit lagi. 

Pada umur 20 biasanya kuning, stagnasi karena menghabiskan umbi lama dan membuat umbi baru. Tanam umbi kecil hasilnya anakan besar, kalau Tan umbi besar nanti hasil anakannya kecil-kecil. Tapi masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri. 

Mbah Jauhar memberikan resep cara Membuat organik yang diterapkan seminggu 2 kali. Bahan-bahannya adalah:
1. Tetes tebu, 
2. cucian beras pertama dan 
3. urine kelinci 
Kemudian difermentasi dengan bioaktivator (Bisa EM4).

Mbah Jauhari mengungkapkan "Kelebihan tanam bawang disini adalah pupuk kandang banyak, tanam bisa bersama. Adapun kelemahannya bibit masih beli dan panennya sistem tebas"

Awali petani Kalitengah, bertanya tentang cara menanam dan jarak tanam bawang merah. Dijawab Mbah Jauhari bahwa jarak tanam 18-20 dan sebelum ditanam ya di potong 1/3 dahulu. 

Melanjutkan menjawab pertanyaan petani Kalitengah, Mbah Jauhari melanjutkan "Bibit itu yang paling baik itu 2,5 bulan di penyimpanan, di sortasi. Masalah tanaman dibawah 20 HST karena bibit, kalau diatas 20 HST karena perlakuan".

Bawang merah itu tahan terhadap tikus, jangankan makan, buat sarang saja tidak sempat, karena setiap hari petani ke sawah. Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalah ulat. Kalau penyakit itu yang sering menyerang itu jamur. 

Bibit 99% dari Brebes, varietas Bima Brebes. Karena kalau bawang dari Nganjuk itu 1 kg digoreng bisa jadi 4 ons, kalau bawang Nganjuk itu hasilnya 3 ons. 

"Bawang merah sangat cocok ditanam di Lamongan. Permasalahannya hanya kalau genangan air, maka bedengannya harus ditinggikan. Lamongan lebih berpotensi menanam bawang merah dari pada di Imogiri karena pengairannya lebih mudah, sehingga biaya lebih murah," pungkas Mbah Jauhari. 

Peserta Study Tiru kemudian diajak ke lahan Bawang Merah untuk melihat kondisi tanaman dan pengairan sistem tetes yang menggunakan smart farming, yaitu penerapan pengairan yang bisa dikontrol dengan HP Android. 
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Kelompok Wanita Tani Kalitengah Ikut Ramaikan Pasar Pangan Murah

On April 25, 2022

Lamongan (25/4) - Acara pasar pangan murah ini dimeriahkan bazar oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Kalitengah. Produk yang dijual aneka sayuran hasil pekarangan seperti terong, tomat, bayam, sawi, pakcoy dan dan olahan hasil pertanian seperti jahe instan, temulawak instan, minuman Telang, wedang Pokal, telur asin, telur asap, kripik, sambal, kerupuk, dan produk lainnya. 

Gelar pasar murah di Kecamatan Kalitengah dibuka langsung Dirjen Serealia Kementerian Pertanian. Pasar pangan murah yang digelar di pendopo kecamatan ini menyediakan 6 Jenis pangan yaitu: Beras, Gula, minyak, bawang putih, bawang merah dan Fiber cream. 

Pasar pangan murah ini sangat diminati warga Kalitengah, nggak sampai 2 jam minyak 2000 liter dan gula 1000 kg ludes terjual. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Ir. Sukriya, MM, menyampaikan, gelar pasar murah untuk meningkatkan produk pangan, diantaranya 12 jenis pangan.
Kadis KPP mengunjungi stand bazar KWT Kalitengah

"Saya berharap masyarakat bisa membeli pangan dengan harga murah, dibawah harga pasaran"

Kadis KPP menerangkan, Ketersediaan pangan di Lamongan selalu ada, karena Lamongan salah satu pemasok Beras terbesar se-Jawa Timur dan no. 5 nasional. 

'Semua produk pangan di Kabupaten Lamongan tergolong aman, bahkan ketersediaan sudah surplus, dan semua harganya terjangkau," tambahnya. 

Bu Nalikan mewakili Ketua PKK Kabupaten Lamongan mengatakan, pangan murah ini disubsidi 1000 rupiah, minyak 20.000 menjadi 19.000, gula 13.000 menjadi 12.000. Kita batasi gula maksimal 5 kilo, minyak maksimal 2 kg. 

Membuka acara pasar murah, Dirjen Serealia Kementan RI, Ismail mengatakan, "Pangan tersedia tidak bisa lepas dari produksi yang ada. Hasil ini support dari temen-temen petani yang ada di Indonesia dan peran dari pertaanian yang menjaga stabilitas". 

"Pasar Pangan murah ini memberikan pangan pokok yang lebih murah dari harga pasar," lanjutnya. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,