-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"

ARTIKEL TERBARU

By Kartono Farmer (085745135415). Diberdayakan oleh Blogger.
Poktan Harta Agung 05 Adakan Gerakan Pengendalian OPT pakai Agens Hayati

On Januari 22, 2023

Kalitengah (10/1) - Poktan Harta Agung 05 Desa Sugihwaras mengadakan gerakan Pengendalian serentak agens hayati untuk mengendalikan OPT yang menyerang tanaman padi. 

Kegiatan ini diikuti 30 orang petani dan dihadiri oleh Kortikab POPT Kabupaten Lamongan, Mastur AS, SP, MMA, POPT Lamongan, Jono, POPT Kalitengah Khusnun, KPPAH Lamongan dan juga didampingi penyuluh pertanian Kecamatan Kalitengah. 

Jono, POPT Kabupaten Lamongan menyampaikan, "Hari ini kita melaksanakan pengendalian OPT secara serentak dengan menggunakan Agens hayati Pgpr. Hal ini diawali dari pengamatan POPT Kecamatan Kalitengah, yang menemukan tanaman padi di Dusun Sumberjo Desa Sugihwaras muncul gejala daun merah,".

"Agens hayati ini supaya disemprotkan saat cuaca sudah dingin, yaitu aplikasi sore hari agar Agens hayati tidak mati, karena organisme hidup. Aturan menyemprot Agens hayati, yaitu 1 gelas Aqua dicampur dengan 15 liter air atau 1 tangki 1 gelas air mineral," tambahnya. 

Jono menambahkan, "Agens hayati ini selain bisa mengendalikan hama dan penyakit juga bisa berfungsi sebagai Pembenah air, pembenah tanah dan juga bisa sebagai penetral residu racun".

"Saya harap petani bisa melaksanakan pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan, salah satunya dengan menggunakan Agens hayati ini," harap Jono. 

Menutup acara gerdal, Mastur menegaskan,  "Agens hayati ini merupakan pengendali alami yang Ramah lingkungan dengan tingkat pengendalian yang tidak kalah dengan Pestisida kimia".
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Cara Mengendalikan Xanthomonas yang mengganas

On Januari 22, 2023

Penyakit hawar bakteri (HDB) merupakan salah satu penyakit padi penting yang telah menyebar ke berbagai ekosistem padi di negara penghasil beras termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae (Xoo). Patogen ini dapat menginfeksi tanaman padi pada semua tahap pertumbuhan tanaman, mulai dari mandi hingga panen. Patogen (patogen) menginfeksi tanaman padi pada daun melalui luka daun atau lubang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun. Hal ini mengurangi kemampuan tanaman untuk berfotosintesis, yang ketika terjadi pada tanaman muda, menyebabkan kematian dan pada tahap reproduksi pengisian gabah yang tidak lengkap pada tanaman.



GEJALA DAN EFEK PENYAKIT
Jika serangan terjadi pada awal pertumbuhan, tanaman layu dan mati, gejala ini disebut retak. Gejala karat sangat mirip dengan gejala bintik matahari, yang disebabkan oleh infestasi batang bunga selama fase pertumbuhan tanaman. Pada tanaman dewasa, busuk daun menyebabkan gejala busuk. Gejala karat dan busuk dimulai dari tepi daun, berwarna abu-abu dan lama kelamaan daun mengering. Jika serangan terjadi pada saat pembungaan, proses pengisian gabah menjadi tidak sempurna sehingga menghasilkan gabah yang tidak terisi penuh atau bahkan kosong. Pada kondisi tersebut, kehilangan hasil mencapai 50-70 persen.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PENYAKIT
Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terutama kelembaban yang tinggi sangat berperan dalam perkembangan penyakit ini. Itu sebabnya busuk daun sering terjadi, terutama di musim hujan. Tanaman yang dipupuk dengan nitrogen dosis tinggi tanpa diimbangi dengan pupuk kalium membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit busuk daun akibat bakteri. Oleh karena itu, untuk mencegah berkembangnya busuk daun, dianjurkan untuk tidak menyuburkan tanaman dengan nitrogen berlebih, menggunakan pupuk kalium dan tidak menyiram tanaman secara terus menerus, melainkan menyiram dari waktu ke waktu.


PENGENDALIAN HDB

1. Teknik Budidaya
Bibit tanaman dan bibit sehat. Mengingat bahwa patogen HDB dapat ditularkan melalui benih, sangat disarankan untuk tidak menggunakan tanaman yang terinfeksi HDB sebagai benih. Benih yang terinfeksi HDB/bergejala tidak boleh ditanam. Cara menanam. Untuk menciptakan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan bagi perkembangan penyakit HDB, sangat dianjurkan untuk menanam dengan sistem Legowo dan menggunakan sistem pengairan berselang. Sistem ini mengurangi kelembaban di sekitar tajuk tanaman, mengurangi terjadinya embun dan air talang serta gesekan daun antar tanaman sebagai sarana penyebaran patogen.

pemupukan Pupuk nitrogen berkorelasi positif dengan kelonggaran HDB. Ini berarti sereal yang dipupuk dengan nitrogen dosis tinggi membuat tanaman lebih sensitif dan tingkat keparahan penyakit meningkat. Sebaliknya, pupuk kalium membuat tanaman lebih tahan terhadap pembusukan bakteri. Oleh karena itu, untuk mencegah berkembangnya penyakit dan mencapai produksi yang tinggi, dianjurkan penggunaan pupuk N dan K secara berimbang dan hindari pemupukan nitrogen yang terlalu banyak.

Kebersihan lingkungan. Mengingat bahwa patogen dapat bertahan hidup pada inang alternatif dan sisa-sisa tanaman, remediasi lingkungan padi dengan menjaga lahan bebas dari gulma yang dapat menjadi inang alternatif dan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi sangat dianjurkan. Pencegahan Di daerah endemik HDB dianjurkan untuk menanam varietas padi tahan HDB. Penyebaran penyakit harus dicegah, misalnya dengan tidak menyemai bibit tanaman sakit, mencegah infeksi bibit melalui luka, tidak memotong bibit dan menghindari penanaman di tempat teduh.

2. Cara melawan penyakit HDB dengan strain imun
Pengendalian bakteri busuk daun yang paling efektif adalah dengan kultivar tahan. Namun, teknik ini terhambat oleh kemampuan bakteri patogen untuk membuat galur (strain) baru yang lebih virulen, sehingga ketahanan kultur tidak bertahan lama. Kemampuan patotipe bakteri Xoo untuk membentuk patotipe baru yang lebih virulen juga berarti dominasi patotipe patogen tersebut berubah dari waktu ke waktu.

 Sumber: http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/pengendalian-penyakit-kresek-dan-hawar-daun-bakteri

Tag: penyakit kresek, HDB, Hawar Daun Bakteri, Xanthomonas

 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Seperti Desa Wisata Pujon, Setiap Desa Berpotensi Sebagai Tempat Wisata

On Januari 16, 2023

Malang (16/1) - Penyuluh Pertanian BPP Kalitengah berkunjung ke Desa wisata Pujon Kidul Malang. Tujuannya study banding untuk mengetahui pemanfaatan desa sebagai tempat wisata. Kegiatan dilaksanakan Minggu (16/1/2023). 

Pada saat kami ke desa wisata Pujon, kami dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah, dengan angin sepoi-sepoi dan berbagai wahana yang memanfaatkan alam, seperti: petik strawberry & kebun hidroponik, Memberi makan ikan, bermain perahu dan bebek air, Naik Mobil ATV dan trail, cafe ditengah sawah, dan banyak lagi wahana yang tentunya bikin betah. 

Menurut berbagai sumber, memang Desa memiliki banyak sekali potensi yang masih belum dimanfaatkan, salah satu potensi desa pada sektor pariwisata, Seperti di desa wisata Pujon kidul ini. Sektor ini bisa menjadi salah satu sumber penghasilan dan mampu memberikan sumbangan yang sangat baik untuk kemandirian desa.

Akhir-akhir ini potensi wisata lokal yang ada di desa sangat diminati oleh wisatawan yang rindu pada alam terbuka, interaksi dengan lingkungan, dan masyarakat lokal. Ini menjadi peluang untuk menjadikan desa sebagai wisata alam. Apalagi didukung dengan adanya dana desa. 

Lalu bagaimana cara mengelola potensi desa untuk menjadi Desa Wisata?. Sebenarnya Setiap desa bisa menjadi sebuah tempat wisata jika masyarakat, organisasi, dan pemerintah dapat mengolah potensi yang dimiliki oleh desa. Begini cara mengelola potensi desa menjadi desa wisata menurut website bhaktinews.bhakti.or.id. 

Setiap desa memiliki keunikan yang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Daya tarik setiap desa dapat terlihat secara langsung atau membutuhkan upaya untuk menggali kembali. 

Suatu wilayah wisata pasti memiliki daya tarik yang berbeda satu sama lain. Ada daya tarik wisata berupa potensi alam seperti; gunung, danau, sungai, pantai, laut, atau potensi budaya seperti adat-istiadat, museum, benteng, situs peninggalan sejarah, dan lain-lain, juga potensi buatan manusia.  

Berikut langkah-langkahnya: Pertama, melakukan pemetaan desa. Pemetaan desa dilakukan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah yang terdapat pada desa. Untuk mengetahui tempat yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata dan permasalahan apa saja yang ada.

Langkah kedua, dalam menemukan potensi desa wisata adalah melakukan analisis karakteristik dan ukuran keberhasilan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat untuk mengetahui karakteristik community based-tourism yang terdapat pada desa tersebut.  

Langkah ketiga, merumuskan pola pengembangan community based–tourism, untuk mendapatkan hasil dari analisis sebelumnya dan untuk mendiskripsikan pola pengembangan yang akan dilaksananakan. Selanjutnya, 

Langkah keempat, adalah melakukan analisis sistem dan elemen kepariwisataan. Analisis ini meliputi daya tarik wisata, akomondasi, insfrastruktur, promosi, minat wisatawan, dan masyarakat.

Setelah menentukan potensi yang dimiliki desa, selanjutnya untuk menjadi desa wisata harus memiliki produk pariwisata atau yang disebut dengan destinasi wisata. Destinasi berkaitan dengan sebuah tempat atau wilayah yang memiliki sebuah keunggulan atau ciri khas untuk menarik wisatawan. Ciri khas bisa secara geografis atau budaya, seperti pegunungan, laut, bukit, hamparan savana, budaya lokal seperti tarian lokal, perayaan adat, dan sebagainya. 

Untuk membuat sebuah destinasi wisata yang unggul, menurut Cooper (1993) dalam Antara dan Arida (2015), sebelum sebuah destinasi diperkenalkan dan dijual seperti halnya desa wisata, terlebih dahulu harus mengkaji empat aspek utama (4A) yang harus dimiliki, yaitu attraction (daya tarik), accessibility
(aksesibilitas/keterjangkauan), amenity (fasilitas pendukukung), dan ancilliary (organisasi atau kelembagaan pendukung). Destinasi inilah yg menjadi nilai jual tempat wisata. 

Terakhir dan terpenting adalah dukungan masyarakat. Meskipun memiliki potensi yang sangat baik tetapi lingkungan masyarakat tidak mendukung, bisa jadi seluruh potensi tersebut bisa tidak memiliki hasil atau malah akan diambil oleh kelompok dari luar desa sendiri.

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Petani Tiwet Olah Keong Mas Jadi Pupuk Organik Cair, Begini Cara Membuatnya!!!

On Januari 11, 2023

Kalitengah (11/1)-Pemerintah Desa Tiwet memfasilitasi petani untuk membuat pupuk organik cair berbahan dasar keong mas. Pelatihan pembuatan pupuk cair ini merupakan pengenalan teknologi tepat guna pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dengan menggunakan dana desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Tiwet dan diikuti 40 petani dan pelaku usaha tani. 
Koordinator Penyuluh Kalitengah mengungkapkan, pelatihan ini sangat cocok bagi petani, karena saat ini subsidi pupuk dikurangi, apalagi pupuk subsidi untuk tambah dihapus pemerintah. "dengan pelatihan ini diharapka. Petabi bisa membuat pupuk organik cair sendiri dengan menggunakan bahan-bahan lokal atau yang tersedia di Desa," Kata Sudarto. 

Setelah pelatihan pembuatan, Sudarto mendorong petani Tiwet untuk memanfaatkan bahan disekitar kita, yaitu Keog mas untuk membuat pupuk organik cair. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Dukung Ketahanan Pangan, Pemdes Tiwet Adakan Pelatihan Olahan Pangan Bagi Wanita Tani

On Januari 04, 2023

Kalitengah (4/1) - Mendukung ketahanan pangan keluarga dan mencegah stunting, Pemerintah Desa Tiwet mengadakan pelatihan olahan pangan. Kegiatan yang diadakan di Balai Desa Tiwet ini diikuti 40 orang Ibu-ibu. 


Syaifuddin Zuhri, Kades Tiwet menyampaikan, "Pemberdayaan ketahanan pangan kali ini kita mengolah sumber daya alam Desa Tiwet yang ada di Desa Tiwet untuk ketahanan pangan keluarga. Sasarannya adalah anggota kelompok wanita tani (KWT) Jaya Mandiri". 

"Kedepannya Kita akan memprogramkan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik, karena kita mempunyai banyak potensi, diantaranya lahan tersedia dan bisa ditanam tanpa tanah, karena di Desa Tiwet ini langganan banjir," lanjut Kades Tiwet. 

Akhsanuddin, pendamping Desa Tiwet sangat mendukung kegiatan pelatihan ketahanan pangan ini. "Program ini dalam rangka Pengembangan tanaman untuk ketahanan pangan keluarga dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk penanganan stunting," tuturnya. 

Penyuluh Pertanian Wilbin II , Watini yang meliputi Desa Tiwet menyampaikan, Pagi ini kita akan melaksanakan pelatihan olahan pangan dengan menggunakan dana Desa. 

Pelatihan dengan sasaran Ibu-ibu ini, menurut Watini sangat cocok, karena berhubungan dengan pemenuhan gizi keluarga. "Kali ini kita akan membuat olahan dengan dasar sayur, yaitu: stik sayur, paru sayur/singkong, membuat es krim sayur, dan jenis olahan lainnya" terang Watini. 

"Ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah anak-anak yang susah makan sayur bahkan tidak mau makan sayur. Makan stik, sudah ada sayurnya, makan es krim juga sudah ada asupan sayurnya," tambah Watini.

Ainurrohmatin, Ketua UMKM Kecamatan Kalitengah memotivasi Ibu-ibu peserta untuk semangat berwirausaha. "Bu ayo membuat produk yang berkualitas tinggi. Harapannya setelah mengikuti p
elatihan ini peserta bisa membuat usaha. Contoh kali ini akan diajari membuat paru dari sayur, tentunya buat yang berkualitas dan memiliki ciri khas sendiri". 

"Untuk menjadi wirausaha, kita harus merubah mindset kita, jangan hanya tergantung uang pemberian suami-suami kita, kita bisa membuat usaha dan membantu perekonomian keluarga," tambah Ain owner Sabiq Bejo. 

Ainurrohmatin melanjutkan, "Ibu-ibu harus punya mindset enterpreneur, pertama, harus percaya diri dengan produknya sendiri. Agar pede, produk kita kita berikan ke tetangga kanan kiri depan belakang kita minimal 20 orang, agar dirasakan dan minta memberikan masukan. Tapi ingat yang kedua, jangan gampang baper dengan masukan dari tetangganya atau orang lain. 
Ketiga, jangan takut gagal dan berorientasi pada proses. 

"Dulu 2009 saya produksi telur asin cuma 20 telur per Minggu. Dengan proses dan mimpi yang disertai dengan mimpi akhirnya tahun 2019 ini seminggu sudah menghabiskan 4500-5000 telur," ain menceritakan pengembangan usahanya.

Keempat, harus kreatif dan inovatif, dan kelima, selalu belajar. Walaupun usianya sudah tua, harus terus belajar, jangan gampang puas. 

Ainurrohmatin menutup motivasinya dengan game yang mengajak peserta untuk lebih konsentrasi. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan aneka olahan dengan narasumber Sutini, ketua KWT Srikandi Kecamatan Kalitengah. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

KWT Srikandi Terima Bantuan Alat Olahan dari CSR BRI

On Desember 27, 2022


Kalitengah (27/12) - Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Desa Butungan Kecamatan Kalitengah mendapatkan bantuan alat olahan dari program CSR dari BRI unit Kalitengah. 

Alat yang didapatkan tersebut berupa kompor, wajan, alat pengaduk otomatis, alat kemasan Sealer dan rak display produk jadi. 

Pemberian bantuan dilaksanakan di Rumah Ketua Kelompok Wanita Tani, Sutini dan dihadiri Kepala Wilayah BRI Lamongan, Kepala BRI Unit Kalitengah bersama dengan petugas BRI, Koordinator PPL Kalitengah bersama penyuluh, Perangkat Desa Butungan, Pengurus KWT Srikandi dan anggotanya. 

Menurut Sutini, ketua KWT Srikandi, Alat tersebut akan digunakan untuk mendukung produksi olahan di KWT Srikandi, diantaranya minuman instan, seperti: jahe instan, temulawak instan, kunyit instan, dan banyak variasi instan yang lain. 

Selain olahan toga instan, saat ini KWT Srikandi mengeluarkan produk terbaru, yakni Es Cream Temulawak, Paru sayur dan Stik sayur. "Alhamdulillah, produk es cream dan paru pada saat pameran sangat diminati pengunjung, bahkan Bapak Bupati Lamongan," terang Sutini. 

"Dalam menjalankan usaha ini, KWT Srikandi didukung oleh beberapa instansi, yaitu dibina oleh BPP Kalitengah, dibina oleh UMKM Kecamatan Kalitengah, dan Alhamdulillahnya lagi, saat ini didukung oleh BRI Kalitengah dengan langsung memberikan bantuan berupa alat olahan," lanjut Sutini. 

Sudarto, PPL Kalitengah menambahkan, "Dengan Diterimanya bantuan alat olahan dari BRI ini, semoga bisa meningkatkan usaha kwt Srikandi, bisa membuat inovasi-inovasi baru lagi". (Kartono/PPL).

BPP Kalitengah Panen Sayur Sistem Hidroponik Program Pekarangan Pangan Lestari

On Desember 16, 2022

Kalitengah (16/22). 6 orang Personil BPP Kalitengah bersama dengan Poktan Harta Agung IV Desa Sugihwaras melaksanakan panen raya sayur yang ditanam dengan sistem hidroponik. Panen di laksanakan di Greenhouse hidroponik 1, di pekarangan rumah Kartono. 


Pengembangan sayuran Hidroponik ini merupakan program Pekarangan Pangan lestari (P2L) dari provinsi Jawa timur, yang salah satu sasarannya adalah Poktan Harta Agung IV Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah. Sebelum pelaksanaan, anggota kelompok dilatih cara budidaya sayuran sistem hidroponik pada akhir Nopember lalu. 

Koordinator PPL BPP Kalitengah, Sudarto mengapresiasi program ini, karena sangat cocok diterapkan di pekarangan rumah. "Hari ini panen sawi hidroponik, hasilnya sangat memuaskan. Ternyata tanam sayur dengan sistem hidroponik ini umur 20-25 hari setelah tanam sudah bisa dipanen dan hasilnya maksimal. Mudah-mudahan ibu-ibu kelompok wanita tani Kecamatan Kalitengah bisa terinspirasi dan budidaya hidroponik seperti ini," ucap Sudarto sambil mengangkat sayuran yg dipanennya. 


"Secara pribadi, saya sendiri ingin mencoba budidaya hidroponik, karena sangat menarik," Lanjutnya. 

Penyuluh Wilbin Desa Sugihwaras, Rizqi mengungkapkan, " hari ini kita panen sayur sistem hidroponik program P2L, kita panen di Greenhouse 1 dirumahnya pak Kartono, yang di Greenhouse 2 masih 10 hari lagi panen. Kita panen pakcoy, Sawi dan kangkung,".


"Kita tanam hidroponik ini umur 25 hari sudah bisa dipanen, walaupun umur muda tapi kualitasnya prima, sayurnya bisa besar-besar. Selain itu, Kelebihan hidroponik ini perawatannya sangat mudah dan bebas dari pestisida kimia," terang Rizqi. 


Setelah panen, kemudian dikemas dengan menggunakan selotip sayur, sehingga tampilannya sangat bagus, seperti yang dijual di supermarket besar. Selain itu, sayur hidroponik ini juga diolah menjadi pelengkap mie ayam. 


Kartono (085745135415): PPL BPP Kalitengah Kab. Lamongan,