-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"
By Kartono Farmer (085745135415). Diberdayakan oleh Blogger.
Makan Sepuasnya!, Wanita Tani Kalitengah Wisata Edukasi Petik Jeruk di Balitjestro Malang

On Juni 27, 2022

Malang (26/6) - Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) "sejahtera" Kecamatan Kalitengah wisata edukasi petik jeruk di balitjestro Malang. 

Kegiatan tahunan ini diikuti oleh 50 anggota KWT se Kecamatan Kalitengah. Selain untuk wisata edukasi dan refreshing, kegiatan ini juga sebagai penyemangat untuk mengembangkan tanaman jeruk di Kalitengah yang saat ini sudah ada tanaman jerukk sebanyak 1.700 batang. Sebelum idul Fitri 2002 kemarin, Kecamatan Kalitengah mendapat bantuan bibit jeruk, kelengkeng dan anggur dari Balitjestro Malang sebanyak 3000 batang, dan untuk tanaman jeruk sendiri dapat tambahan. 

Menurut Lisana, Ketua Paguyuban Kwt "Sejahtera" Kalitengah, "Wisata edukasi ke tempat petik Jeruk Balitjestro ini selain melakukan kegiatan wisata juga untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di Kebun jeruk". 

"Selain bisa menikmati jeruk sepuasnya, di Kebun kita juga bisa belajar cara budidayanya dari tanam sampai panen dari ahlinya langsung, Karena Balitjestro ini lembaga penelitian milik pemerintah" ungkapnya. 

"Wisata petik jeruk ini termasuk sangat terjangkau harganya, tiket masuk hanya Rp 20.000 dan bisa makan sepuasnya di kebun apabila pengunjung memetik sendiri untuk dibawa pulang akan ditimbang dengan harga 12.000 per kg nya," Tambah Lisana. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Pupuk Langka, Petani Kalitengah Praktek Bikin Pupuk Organik

On Juni 21, 2022

Petani Kalitengah peserta sekolah lapang IPDMIP Desa mungli Kecamatan Kalitengah mengikuti praktek pembuatan pupuk organik padat (POP) dari Kotoran hewan (Kohe) dan limbah pertanian. selain itu, peserta juga praktek membuat mikroorganisme lokal (MOL) dari buah-buahan yang tidak dimanfaatkan lagi untuk dijadikan pupuk cair dan dekomposer sebagai bahan pengurai limbah menjadi pupuk organik. Sekolah lapang pertemuan ke-3 ini diadakan di Gudang Pupuk Desa Mungli, hari Selasa (21/6). 

Menurut Sudarto koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kalitengah, untuk membuat pupuk organik padat ini dibutuhkan bahan-bahan yang bisa kita cari di lingkungan kita diantaranya kotoran kambing atau sapi, sekam atau sekam bakar, dolomit atau kapur pertanian, daun-daunan hijau atau sejenis legum kemudian kita campur dan dikocor dengan dekomposer EM4".

"Kita praktek membuat pupuk organik ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pupuk yang saat ini dirasa masih kurang (langka) selain itu kita juga memanfaatkan bahan-bahan lokal yang ada di sekitar kita untuk membuat pupuk," tambah Sudarto. 

Sudarto mengungkapkan "Dahulu nenek moyang kita dulu menggunakan pupuk organik dalam budidaya pertaniannya. Karena kondisi pupuk subsidi kurang, maka kita menggalakkan penggunaan bahan organik untuk tetap menjalankan usaha pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan". 

"Dengan diadakannya sekolah lapang dengan pemberian materi dan praktek pembuatan pupuk organik ini, masing-masing petani bisa membuat pupuk organik sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada, seperti kotoran sapi, kambing, kelinci maupun ayam," harap Sudarto. 

"Pemakaian pupuk organik sangat dianjurkan, untuk memperbaiki sistem budidaya, menghasilkan produk yang aman, melestarikan lingkungan dan mengurangi pemakaian pupuk kimia Secara berlahan, walaupun belum bisa 100% pindah dari pupuk kimia bke pupuk organik," Pungkas Sudarto. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Gerdal di Kalitengah, POPT Lamongan Sampaikan 5 Kunci Sukses Pengendalian Tikus

On Mei 20, 2022

Petani Desa Canditunggal Kecamatan Kalitengah mengadakan gerakan pengendalian hama tikus pada Jum'at (20/5/2022) di titik kumpul Balai Desa Canditunggal. Kegiatan ini dihadiri POPT Korwil Bojonegoro, Kortikab POPT Lamongan, POPT wilayah Kalitengah, Kades Canditunggal bersama perangkat dan Penyuluh Pertanian BPP Kalitengah. 

"Ini adalah gerakan pengendalian pengumpanan yang ke-3 dalam musim ini," tambahnya. 

Pada awal acara, POPT Kecamatan Kalitengah, Khusnun menyampaikan temuan adanya serangan hama tikus, ditandai dengan diserangnya tanaman muda, banyak tanaman padi yang dipotong.  Untuk itu perlu ada gerakan yang terencana untuk pengendaliannya. 

Kortikab POPT kabupaten Lamongan, Mastur AS, SP, MMA Mengungkapkan, bahwa kunci keberhasilan pengendalian tikus itu ada 5, yaitu: 
1. Pengendalian meliputi areal luas, atau pengendalian di hamparan.
2. Pengendalian harus dilakukan secara masal atau bersama-sama.
3. Pengendalian tikus dilakukan secara kontinu atau terus menerus.
4. Tidak menggunakan umpan yang bikin jera tikus, maka supaya digunakan umpan yang sistemik. 
5. Pembuatan persemaian supaya dilakukan dalam blok atau 1 tempat untuk mengontrol hama dan penyakit. 

"Perkembangan tikus ini tergantung makanan di lahan. Semakin banyak makanan dan terus menerus, maka perkembangan tikus semakin merajalela," tegas Mastur. 

Edy, POPT Korwil Bojonegoro, mengungkapkan pengendalian tikus itu kuncinya dilakukan sejak awal atau dini, bersamaan dan terus menerus. Mengendalikan tikus tidak boleh menggunakan kata memberantas, kita hanya mengurangi dan mengendalikan saja. 

Acara dilanjutkan dengan gropyokan dan pengendalian dengan menggunakan mercon tikus bantuan pemerintah. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Petani Kalitengah Study Tiru di Sentra Bawang Merah GLOWING Imogiri Bantul

On Mei 18, 2022

Yogya (18/5) - 46 petani Kalitengah yang tergabung dalam asosiasi Gapoktan sumber makmur mengikuti Study Tiru budidaya bawang merah di Nawungan Selopamioro Imogiri Bantul Yogyakarta. Peserta disambut Perakilan dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, PPL Pendamping, Ketua Kelompok tani Lestari Mulyo dan anggota. 

Sudarto, Koordinator BPP Kalitengah menyampaikan maksud kunjungan studi tiru untuk menimbah ilmu tentang budidaya bawang merah, karena tingginya tingkat serangan tikus mengakibatkan gagal panen padi. Petani kalitengah berencana membuat inovasi dengan menanam komoditi yang tidak diserang tikus. Salah pilihannya adalah komoditi bawang merah. 

"Peserta studi tiru ini ada 46 orang petani dan pengurus asosiasi Gapoktan sumber makmur. Sepulang dari studi tiru ini kami berharap bisa diterapkan di Lamongan", terang Sudarto.

"Saya berharap silaturahim petani dan petugas dari Lamongan dan Bantul ini tetap terjalin selepas acara ini," lanjutnya. 

Lukito, PPL Imogiri mengutarakan bahwa, 70% wilayah Nawangan ini pegunungan dan 30% dataran rendah. 

"Bawang merah di Nawangan ini dinamakan bawang merah GLOWING yang merupakan singkatan dari gede, ngemeske, berwawasan lingkungan. Hal ini sebagai brand bawang merah diwilayah ini," terang Lukito.

"Apa yang disampaikan petani kami silahkan di Amati, tiru dan modifikasi. Lahan disana berbeda, maka harus dimodifikasi disesuaikan dengan wilayah Kalitengah. 

Ketua kelompok Lestari Mulyo, Pak Jauhari atau lebih akrab dipanggil Mbah Jauhari bercerita bahwa awalnya daerah disini marjinal, susah air, kemudian punya keinginan ada tanaman di musim kemarau. Alhamdulillah saat ini ada tanaman, bahkan  sepanjang tahun tidak pernah berhenti tanam. 

"Pola tanamnya padi, sayuran, bawang merah. Umur bawang merah sangat pendek cuma 2 bulan, sehingga perputaran uang juga cepat," terangnya.

Saat ini petani kami diperhatikan berbagai pihak dengan dibuatkan gedung pembibitan, embung, dan sistem pengairan. Setiap petak ada embungnya untuk memanen air hujan. 

Awalnya yang menanam bawang merah 6 orang, Saat ini sekitar 143 petani dewasa dan 43 petani milenial. Keunggulan bawang merah disini adalah ramah lingkungan, walaupun belum bisa meninggalkan pestisida, tetapi sudah menerapkan pupuk organik dan membuat pupuk organik sendiri.

Setiap 1000 meter, biayanya 13,5 juta, kemudian hasilnya rata-rata 18-20 ribu per kg sehingga diperkirakan mendapatkan hasil 20 juta rupiah. 

Proses budidayanya lain daripada yang lain, bedengan dibuat malang, pengairan dengan Sibel dan penyiraman menggunakan smart farming, yaitu mengontrol penyiraman dengan menggunakan HP. 

Ada beberapa kendala, yaitu hama dan penyakit, gulma dan musim hujan lebat. Salah satu kelemahannya adalah kurangnya tenaga kerja. 

Kalau tanam bawang merah ini harus tahan banting, nggak boleh kapok, kalau gagal ya bangkit lagi. 

Pada umur 20 biasanya kuning, stagnasi karena menghabiskan umbi lama dan membuat umbi baru. Tanam umbi kecil hasilnya anakan besar, kalau Tan umbi besar nanti hasil anakannya kecil-kecil. Tapi masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri. 

Mbah Jauhar memberikan resep cara Membuat organik yang diterapkan seminggu 2 kali. Bahan-bahannya adalah:
1. Tetes tebu, 
2. cucian beras pertama dan 
3. urine kelinci 
Kemudian difermentasi dengan bioaktivator (Bisa EM4).

Mbah Jauhari mengungkapkan "Kelebihan tanam bawang disini adalah pupuk kandang banyak, tanam bisa bersama. Adapun kelemahannya bibit masih beli dan panennya sistem tebas"

Awali petani Kalitengah, bertanya tentang cara menanam dan jarak tanam bawang merah. Dijawab Mbah Jauhari bahwa jarak tanam 18-20 dan sebelum ditanam ya di potong 1/3 dahulu. 

Melanjutkan menjawab pertanyaan petani Kalitengah, Mbah Jauhari melanjutkan "Bibit itu yang paling baik itu 2,5 bulan di penyimpanan, di sortasi. Masalah tanaman dibawah 20 HST karena bibit, kalau diatas 20 HST karena perlakuan".

Bawang merah itu tahan terhadap tikus, jangankan makan, buat sarang saja tidak sempat, karena setiap hari petani ke sawah. Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalah ulat. Kalau penyakit itu yang sering menyerang itu jamur. 

Bibit 99% dari Brebes, varietas Bima Brebes. Karena kalau bawang dari Nganjuk itu 1 kg digoreng bisa jadi 4 ons, kalau bawang Nganjuk itu hasilnya 3 ons. 

"Bawang merah sangat cocok ditanam di Lamongan. Permasalahannya hanya kalau genangan air, maka bedengannya harus ditinggikan. Lamongan lebih berpotensi menanam bawang merah dari pada di Imogiri karena pengairannya lebih mudah, sehingga biaya lebih murah," pungkas Mbah Jauhari. 

Peserta Study Tiru kemudian diajak ke lahan Bawang Merah untuk melihat kondisi tanaman dan pengairan sistem tetes yang menggunakan smart farming, yaitu penerapan pengairan yang bisa dikontrol dengan HP Android. 
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Kelompok Wanita Tani Kalitengah Ikut Ramaikan Pasar Pangan Murah

On April 25, 2022

Lamongan (25/4) - Acara pasar pangan murah ini dimeriahkan bazar oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Kalitengah. Produk yang dijual aneka sayuran hasil pekarangan seperti terong, tomat, bayam, sawi, pakcoy dan dan olahan hasil pertanian seperti jahe instan, temulawak instan, minuman Telang, wedang Pokal, telur asin, telur asap, kripik, sambal, kerupuk, dan produk lainnya. 

Gelar pasar murah di Kecamatan Kalitengah dibuka langsung Dirjen Serealia Kementerian Pertanian. Pasar pangan murah yang digelar di pendopo kecamatan ini menyediakan 6 Jenis pangan yaitu: Beras, Gula, minyak, bawang putih, bawang merah dan Fiber cream. 

Pasar pangan murah ini sangat diminati warga Kalitengah, nggak sampai 2 jam minyak 2000 liter dan gula 1000 kg ludes terjual. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Ir. Sukriya, MM, menyampaikan, gelar pasar murah untuk meningkatkan produk pangan, diantaranya 12 jenis pangan.
Kadis KPP mengunjungi stand bazar KWT Kalitengah

"Saya berharap masyarakat bisa membeli pangan dengan harga murah, dibawah harga pasaran"

Kadis KPP menerangkan, Ketersediaan pangan di Lamongan selalu ada, karena Lamongan salah satu pemasok Beras terbesar se-Jawa Timur dan no. 5 nasional. 

'Semua produk pangan di Kabupaten Lamongan tergolong aman, bahkan ketersediaan sudah surplus, dan semua harganya terjangkau," tambahnya. 

Bu Nalikan mewakili Ketua PKK Kabupaten Lamongan mengatakan, pangan murah ini disubsidi 1000 rupiah, minyak 20.000 menjadi 19.000, gula 13.000 menjadi 12.000. Kita batasi gula maksimal 5 kilo, minyak maksimal 2 kg. 

Membuka acara pasar murah, Dirjen Serealia Kementan RI, Ismail mengatakan, "Pangan tersedia tidak bisa lepas dari produksi yang ada. Hasil ini support dari temen-temen petani yang ada di Indonesia dan peran dari pertaanian yang menjaga stabilitas". 

"Pasar Pangan murah ini memberikan pangan pokok yang lebih murah dari harga pasar," lanjutnya. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Pasar Pangan Murah di Kalitengah dibuka Dirjen Serealia Kementan, 2 Jam Ludes Terjual

On April 25, 2022

Lamongan (25/4) - Gelar pasar murah di Kecamatan Kalitengah dibuka langsung Dirjen Serealia Kementerian Pertanian. Pasar pangan murah yang digelar di pendopo kecamatan ini menyediakan 6 Jenis pangan yaitu: Beras, Gula, minyak, bawang putih, bawang merah dan Fiber cream. 

Pasar pangan murah ini sangat diminati warga Kalitengah, nggak sampai 2 jam minyak 2000 liter dan gula 1000 kg ludes terjual. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Ir. Sukriya, MM, menyampaikan, gelar pasar murah untuk meningkatkan produk pangan, diantaranya 12 jenis pangan.

"Saya berharap masyarakat bisa membeli pangan dengan harga murah, dibawah harga pasaran"

Kadis KPP menerangkan, Ketersediaan pangan di Lamongan selalu ada, karena Lamongan salah satu pemasok Beras terbesar se-Jawa Timur dan no. 5 nasional. 

'Semua produk pangan di Kabupaten Lamongan tergolong aman, bahkan ketersediaan sudah surplus, dan semua harganya terjangkau," tambahnya. 

Bu Nalikan mewakili Ketua PKK Kabupaten Lamongan mengatakan, pangan murah ini disubsidi 1000 rupiah, minyak 20.000 menjadi 19.000, gula 13.000 menjadi 12.000. Kita batasi gula maksimal 5 kilo, minyak maksimal 2 kg. 

Membuka acara pasar murah, Dirjen Serealia Kementan RI, Ismail mengatakan, "Pangan tersedia tidak bisa lepas dari produksi yang ada. Hasil ini support dari temen-temen petani yang ada di Indonesia dan peran dari pertaanian yang menjaga stabilitas". 

"Pasar Pangan murah ini memberikan pangan pokok yang lebih murah dari harga pasar," lanjutnya. 

Acara pasar pangan murah ini juga dimeriahkan bazar oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM Kecamatan Kalitengah. Produk yang dijual aneka sayuran hasil pekarangan dan olahan hasil pertanian seperti telur asin, telur asap, kripik, sambal, kerupuk, dan produk lainnya. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Camat Kalitengah: Bazar Ramadhan ini Embrionya Wisata Air Desa Sugihwaras

On April 07, 2022

Hari ke-empat, Bazar Ramadhan Desa Sugihwaras dikunjungi Camat Kalitengah bersama ibu dan Kasi Trantib. Bazar Ramadhan yang diramaikan 25 UMKM Desa Sugihwaras ini tambah rame. 

Camat Kalitengah didampingi Kades Sugihwaras dan perangkat mengunjungi tiap stand bazar. Mulai dari stand sop buah, es oyen, jamu, dimsum, pentol bakar, es degan, pentol Gresik, aneka botok, martabak telur, hampir semua stand dikunjungi Camat Mulkan. 

"Luar biasa bazar ramadhan Sugihwaras ini, walaupun buka saat ramadhan ternyata rame. Ini supaya dikembangkan tidak hanya saat Ramadhan saja," kata Camat.


"Bazar ramadhan ini merupakan embrionya wisata air desa Sugihwaras, kalau bisa ini dikembangkan menjadi salah satu tempat tujuan kuliner," ungkap Camat Kalitengah.

"di Kalitengah saat ini sudah bermunculan tempat kuliner, yang sudah ada di Canditunggal yaitu SKCK, dan rencananya dibuka pusat kuliner di Kalitengah, di Kuluran dan di Somosari," 

Camat juga mendoakan "Semoga laku semua, semoga laris semua, dan barokah".

"Saya mendukung wisata air yang akan dikembangkan di Desa Sugihwaras ini. Desainnya segera di presentasikan untuk kita ajukan," lanjut Camat Kalitengah. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Jelang Ramadhan, Pemdes Sugihwaras Launching Bazar Jajanan Tradisional

On April 01, 2022

Lamongan - Untuk mendukung pengembangan UMKM Desa Sugihwaras, Menjelang ramadhan 1443 H, pemerintah Desa Sugihwaras menggelar bazar Jajanan Tradisional. Kegiatan ini dilaunching pada hari Jum'at (1/4/2022) di Pertigaan Gapura Desa Sugihwaras. 

Acara launching Bazar Ramadhan Jajanan tradisional ini diikuti Kades Sugihwaras beserta perangkat, LPM, BPD, Ibu-ibu Kader PKK dan Pelaku UMKM. 

Sekdes Sugihwaras, Supriyo mengungkapkan Kegiatan bazar ramadhan ini didukung oleh 3 BMT dengan memberikan bantuan payung dan tenda jualan. "Terima kasih atas bantuan dari BMT Ki Slamet, BMT Mandiri Sejahtera dan BMT Surya Raharja yang telah mendukung pengembangan UKM di Desa Sugihwaras," ucapnya. 

"Pemdes akan memprogramkan Desa wisata berbasis air atau wisata air yang sudah kita mulai dengan membangun gapura terlebih dahulu, kemudian kita mengembangkan UMKM sebagai pendukung wisata air nantinya. Maka diadakanlah bazar ramadhan jajanan tradisional ini," ungkap supriyo

"Kalau UMKM jalan maka akan memberikan pendapatan tambahan, sehingga masyarakat akan lebih sejahtera. Istilahnya kita memberikan pancing untuk mencari ikan, tidak hanya memberi ikan saja," lanjutnya.

Kepala Desa Sugihwaras, Siaji mengatakan "Kegiatan bazar ini untuk memfasilitasi UMKM Desa Sugihwaras agar tumbuh dan berkembang. Karena kedepannya akan kita kembangkan menjadi pasar jajanan tradisional untuk mendukung Wisata Air Waduk Desa Sugihwaras".

"Saat ini sudah ada 25 UKM yang siap meramaikan kegiatan bazar ramadhan ini. Dan tidak menutup kemungkinan pesertanya akan bertambah. Tapi mohon maaf untuk saat ini hanya boleh warga Sugihwaras. UKM-UKM ini menjual aneka produk jajanan tradisional seperti; serabi, onde-onde, Gatot, ongol-ongol, Jamu Kunir asem, beras kencur, dan berbagai jenis kuliner tradisional lainnya," ungkap Siaji. 

"Saya menghimbau terutama warga desa Sugihwaras, belilah produk-produk UMKM desa Sugihwaras di bazar ini. Ayo kita ramaikan bazar ramadhan ini. Mengutip program Bupati Lamongan, AYO DITUMBASI!," Pungkas Kades Siaji. 



Kartono (085745135415): Penguat UMKM & PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Kerjasama dengan Balitjestro, Kalitengah Kembangkan 3000  Tanaman Buah

On Maret 31, 2022

Kalitengah-Setelah kunjungan 20 kepala Desa ke Balitjestro Malang, Petani Kalitengah mendapatkan bantuan 3000 bibit, klengkeng kateki 1000 batang, anggur Kediri Kuning 1000 batang dan jeruk Siam Pontianak 1000 batang. Agar pengembangan 3 jenis tanaman ini sukses di Kalitengah, 40 orang Petani dari 20 Desa dilatih teknis budidaya dari Balitjestro pada Kamis (31/3/2022).  

Membuka acara pelatihan, DR. Harwanto, Kepala Balitjestro Malang menyampaikan "1000 Kelengkeng yang kita berikan ini varietas Kateki, varietas yang lagi dicari saat ini, karena rasanya enak, buahnya tebal dan isinya kecil. Semoga tumbuh dengan baik di Kalitengah". 

"Dengan Inisiasi pengembangan tanaman jeruk, kelengkeng dan Anggur dari Balitjestro ini semoga ada nilai tambah dari kegiatan ini, penghasilan petani meningkat," Harap Harwanto.

Camat Kalitengah memprogramkan wilayahnya menjadi salah satu sentra buah di Kabupaten Lamongan, yaitu sentra Kelengkeng, Jeruk dan Anggur. Hal ini sesuai dengan yel-yel "Kalitengah penuh buah, Kalitengah penuh bunga".


"Mudah-mudahan dibudidayakan dengan baik, semoga 4 tahun berkembang menjadi wisata edukasi petik buah," Harap Mulkan. 

DR. Anang, pemateri dari Balitjestro menjelaskan "Syarat jeruk berhasil itu pertama tanamannya harus benar dulu, varietasnya bagus dan berlabel".

"Peluang usaha jeruk sangat menjanjikan, B/C rasionya 1,82-3,90, modal 1 juta bisa berkembang kira-kira menjadi 9 juta, dan jangan lupa 3% kembali ke Tanamannya berupa Pupuk" ungkap Anang. 

Anang menjelaskan kunci pemeliharaan pada budidaya jeruk " tanaman jeruk dipelihara dari 1 batang menjadi 3 batang utama selanjutnya 9 batang sekunder, rumusnya 1:3:9". 

"Tanam jeruk itu batang bawah jangan ditutup, sampai jeruknya mati, karena beresiko kalau batang atas tertutup, maka akan tumbuh akar dari batang atas". 

Menjawab pertanyaan Munaji Kalitengah, Anang menerangkan, "Jeruk sangat cocok di daerah panas, tambah panas tambah bagus asalkan jangan tergenang air. Sedangkan untuk mendapatkan rasa jeruk agar manis, maka perlu di Pupuk, prinsipnya 3% dari hasil untuk pemupukan, karena saat ini dimasyarakat jarang ngasih pupuk tanaman jeruk". 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Canggih!, Petani Kalitengah Nyemprot Tanaman Padi pakai Drone

On Maret 29, 2022

Lamongan – Petani Kecamatan Kalitengah diperkenalkan dengan teknologi pertanian terbaru, yaitu penyemprotan tanaman padi dengan menggunakan drone untuk menggendalikan hama dan penyakit tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (29/3/2022) di Desa Butungan Kecamatan Kalitengah. 

Penyemprotan dengan menggunakan drone ini dihadiri oleh Sekdin KPP Lamongan, Koordinator POPT, Kabid. SDM, Muspika Kalitengah, KUPT PPK Solokuro, Penyuluh Pertanian BPP Kalitengah, Ketua Gapoktan se-Kecamatan Kalitengah, Pemdes dan Petani Desa Butungan. 

Ketua Poktan Sumber bahagia, Muchid menyambut baik penyemprotan dengan menggunakan drone, “Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana, dengan menggunakan drone ini akan mempermudah dalam penyemprotan tanaman dan menghemat biaya tenaga kerja”. 

Kepala Desa Butungan, Kartono menyambut baik kegiatan ini yang awalnya hanya demonstrasi penyemprotan sebagian lahan saja, akhirnya dilakukan penyemprotan seluruh tanaman padi di Desa Butungan yang luasnya sekitar 31 Ha. "Penyemprotan dengan drone ini dapat bantuan 10 Ha, dan kita kembangkan dengan menggunakan dana swadaya masyarakat dan kelompok tani menjadi 31 Ha," ungkapnya. 

"Pemdes Butungan komitmen dalam pengembangan pertanian. Tahun 2020, pemdes sudah membuat program Rubuha sebanyak 20 unit dan Pengendalian OPT secara masal dilakukan hampir setiap awal musim tanam," terang Kartono.

"Mohon dukungan dari pemerintah daerah untuk pengembangan pertanian di Desa kami khususnya dan Kecamatan Kalitengah pada umumnya," Pintanya. 

Camat Kalitengah, Ir. Mulkan bangga dengan aplikasi drone di Lamongan "Besok 10 tahun kedepan cari orang nyemprot itu sulit, mesin drone ini solusinya. Seperti mesin tanam transplanter yang awalnya tidak ada yang mau, sekarang banyak yang pakai. Drone semprot ini saat ini seperti jadi tontonan, tetapi besok dibutuhkan, jadi solusi pengendalian hama dan penyakit terutama ketika terjadi ledakan hama".

"Semoga Pak Bupati bisa beli drone yang banyak untuk pengendalian hama dan penyakit dan untuk pemupukan, agar biayaanya juga bisa lebih ringan," Harap Camat Mulkan.

Sekdin Ketahanan Pangan dan Pertanian, Eko Mujo, SP, MMA menyampaikan "5 tahun kedepan kita akan dihadapkan era modernisasi pertanian seperti ini. Anak-anak kita nanti yang akan meneruskan bertani sistem modern. Lambat lain Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan mengawal modernisasi pertanian di Lamongan, sudah kita awali dengan traktor roda empat, mesin tanam transplanter, combine harvester dan saat ini penyemprotan dengan drone".

"Bapak Bupati Lamongan menyampaikan, bahwa NTP petani Lamongan saat ini diatas 100, hal ini menandakan masyarakat Lamongan sejahtera dan tidak kekurangan pangan," ungkapnya. 

Direktur PT. Maxxi Tani, Danang menjelaskan “Dengan adanya drone sprayer ini, pekerjaan penyemprotan pestisida bisa lebih cepat, hemat air dan merata. Sebab selama ini, kebutuhan pestisida penyemprotan manual lebih besar, kerap kali tercecer dan tidak tepat sasaran"

"Untuk menyemprot lahan 2 Ha cukup 40 liter air. Dosis atau pemakaian pestisida akan turun 20% dari yang biasa petani lakukan," lanjutnya.

Lebih lanjut Direktur Maxxi Tani menjelaskan "Maxxi Tani baru berjalan 1 tahun, dan Tim Maxi tani yang umurnya kebanyakan kurang dari 30 Tahun siap mengawal petani di Lamongan baik yang selatan rel atau Utara rel". 

"Untuk penyemprotan di Butungan ini Tim agronomis kami menerjunkan 3 drone langsung untuk menyemprot 30 Ha lahan," Pungkas Danang. 



Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,