-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"

ARTIKEL TERBARU

By Kartono Farmer (085745135415). Diberdayakan oleh Blogger.
Penyuluh Pertanian Kalitengah Dampingi Petani Somosari dalam Gerakan Pengendalian Wereng

On Juli 11, 2023

Kalitengah (11/7) - Petani di Desa Somosari, Kecamatan Kalitengah, mendapatkan dukungan dari Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah dalam upaya pengendalian serangga hama wereng. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah, Sudarto, SP, memberikan dukungan dan bimbingan kepada petani setempat untuk mengatasi masalah serangan wereng yang terjadi di wilayah tersebut.

Wereng merupakan salah satu hama yang sering menyerang tanaman padi di daerah Kalitengah, menyebabkan kerugian yang cukup signifikan bagi petani. Untuk menghadapi masalah ini, Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah menginisiasi gerakan pengendalian wereng yang melibatkan penyuluh pertanian dan petani di berbagai desa, termasuk Desa Somosari.

Sudarto, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah, menjelaskan pentingnya kerjasama antara penyuluh pertanian dan petani dalam mengatasi serangan wereng. "Kami bekerja sama dengan petani untuk memberikan pengetahuan dan teknik pengendalian wereng yang efektif. Selain itu, kami juga memberikan bimbingan mengenai penggunaan pestisida yang aman dan ramah lingkungan," ujarnya.


Dalam gerakan ini, penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah bersama dengan afan dari Dewi Kahyangan mendampingi petani di lapangan untuk memberikan pelatihan secara langsung. Mereka memberikan pengetahuan tentang siklus hidup wereng, metode pengendalian yang tepat, serta penggunaan pestisida yang aman agar serangan wereng dapat ditekan dengan efektif.

Kades Somosari menyampaikan "Kami atas nama petani somosari menyampaikan terima kasih pada Penyuluh Pertanian BPP kalitengah dan Dewi Kahyangan yang telah mendampi petani desa somosari dalam gerakan pengendalian wereng hari ini".

"Mudah-mudahan dengan gerakan masal ini Hama penyakit bisa terkendali dan petani bisa panen melimpah sebagaimana harapan petani desa somosari", harapnya.

Salah satu petani di Desa Somosari, Asmuin, mengungkapkan kegembiraannya atas bantuan dan dukungan yang diberikan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah. "Kami sangat bersyukur atas bimbingan yang diberikan oleh penyuluh pertanian. Mereka mengajarkan kami teknik pengendalian yang lebih baik dan memberikan solusi bagi masalah yang kami hadapi. Harapan kami hasil panen padi semakin baik," tutur Asmuin dengan senyum.

Gerakan pengendalian wereng ini diharapkan dapat membantu petani di Desa Somosari dan sekitarnya untuk mengurangi serangan wereng dan meningkatkan produktivitas pertanian. Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah juga berencana untuk melibatkan lebih banyak petani di wilayah lainnya dalam gerakan serupa guna meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Dengan adanya dukungan dan bimbingan yang diberikan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kalitengah, diharapkan petani di Kecamatan Kalitengah dapat menghadapi tantangan serangan wereng dengan lebih baik dan mencapai hasil panen yang optimal untuk kesejahteraan mereka. (Kartono)

Gelar Bimtek LMS e-VTC, BBPP Ketindan Cetak Programer Pelatihan Profesional

On Juni 23, 2023

Untuk memberikan pelayanan penyuluhan dan pendampingan terstandar SKKNI di BPP, BBPP Ketindan melaksanakan Pengembangan sistem pembelajaran (learning Management System) pusat pelatihan vokasi elektronik (e-Vocational Training Center/e-VTC).

Bimtek ini diikuti 30 orang peserta dari 26 Kabupaten/Kota wilayah Jawa Dan Bali. Peserta mengikuti bimtek mulai tanggal 20-23 Juni 2023 di BBPP Ketindan Malang. 

Bimtek dibuka kepala BBPP Ketindan, Samsudin Noor menyampaikan, saat ini kita gerakan pembaharuan berbasis teknologi informasi di BPP kecamatan. BPP kostratani tingkat kecamatan sebagai ujung tombak pertanian, sebagai pusat pembelajaran, pusat data, pusat jejaring sosial, dll. 


Menurut beberapa peserta, Materi e-VTC kali ini melebihi ekspektasi mereka. Bayangannya pelatihan berjalan seperti saat online, tetapi materi yg diberikan sangat luar biasa. Mau tidak mau, dalam pelatihan e-VTC offline ini peserta seakan-akan dipaksa menjadi programmer pelatihan, menjadi EO pelatihan. Sebenarnya di BPP kita sudah melaksanakan pada saat pelatihan, baik dari dinas atau kerjasama dengan pihak desa, tetapi belum terprogram dengab baik seperti yg diajarkan dalam pelatihan. 

Selain itu, banyak ilmu baru yg diberikan pada saat bimtek. seperti beberapa program AI ( kecerdasan buatan) yg bisa membantu pekerjaan kita, seperti chat GBT, Adobe exspres, animasi, dll. Ini menunjukkan kita bener2 diajak menjadi penyuluh yg modern, tidak hanya era internet atau era 4.0 tapi kita diajak ke level yg lebih tinggi lagi, era Artificial Intelligence.


Ir. Tuban dalam penutupan acara mengatakan, pelatihan LMS ini tidak main-main, kegiatan yg berbasis e-VTC ini hanya ada di Ketindan. Peserta dilatih Identifikasi kebutuhan pelatihan, membuat program pelatihan, membuat media pelatihan, penyajian materi sampai evaluasi. 

"Pertanyaannya ketika jadi EO pelatihan, laku apa tidak?. Peserta saya harap mencoba membuat program dan dimasukkan ke dinas, ke BKPSDM," Harapnya.

Ir. Tuban menginformasikan, di BBPP Ketindan mendapat hibah greenhouse besar dari Korea. Inilah yang menuntut peserta e-VTC harus siap.

"Setelah pulang, peserta saya harapenerapkan ilmu yang didapatkan, sehingga berdampak positif bagi petani di daerah," Pungkas Tuban. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Pucak Musim Tanam Padi, BPP Kalitengah Dampingi Petani Tanam Sistem Jarwo.

On Juni 20, 2023

Kalitengah- Disaat beberapa daerah mulai mengalami kekeringan akibat dampak El Nino, Petani Kalitengah baru memasuki puncak musim tanam Padi bulan Juni-Agustus 2023. Tak tanggung-tanggung jumlah luasan lahan mencapai 2.700 Ha lebih. Ini terjadi pada lahan sawah tambak atau istilahnya lahan Bengawan njero Lamongan. 


Penyuluh Pertanian dan POPT BPP Kalitengah melakukan pendampingan pada petani mulai tanam sampai panen. Tujuannya agar proses budidaya padi aman sampai panen. Pengawalan meliputi, teknis pengolahan lahan, teknis pendampingan sistem tanam, teknis pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemupukan, dan lainnya.

Seperti di Desa Lukrejo, pada Jumat (9/6/2023) Penyuluh dan POPT mendampingi petani tanam padi dengan menggunakan sistem jajar legowo atau lebih singkatnya disebut Jarwo. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pelatihan pertanian program pemberdayaan masyarakat dengan dana Desa. Pelaksanaan tanam padi sistem Jarwo ini merupakan aplikasi dari pelatihan pertanian session 1, bulan mei kemarin. 

Koordinator penyuluh BPP Kalitengah, Sudarto bersama PPL lainnya Kartono, Rizqi dan Watini dan POPT Ari terjun langsung ke lahan memberikan contoh tanam sistem jajar legowo spesifik lokasi Kecamatan Kalitengah. 

Sistem Jarwo sendiri, walaupun bukan menjadi pilihan utama, tetapi merupakan sistem yang sudah diakui oleh petani bisa meningkatkan produksi padi. Jadi tetap dijadikan materi untuk disampaikan pada petani. Hanya saja kendalanya ada di kemauan petani dan skill tenaga tanam. 

Di lahan sawah tambak inilah petani mengantungkan hidupnya dari panen padi yang baru bisa ditanam bulan Juni-Agustus ini. Tanam padi ini sangat dinantikan, karena untuk mendukung kesediaan pangan selama setahun. 

Dari pola tanam ikan-ikan-padi, petani diuntungkan saat tanam padi, karena lahannya sangat subur. Bagaimana tidak, tanam hanya sekali dan banyak pupuk organik dari kotoran ikan. Hal ini sangat menguntungkan, dan terbukti petani tambak bisa menghasilkan panen padi lebih dari 7 ton dari setiap hektarnya. Bahkan jika kondisi baik dan beruntung bisa menghasilkan 9 ton/ha. 

Lebih diuntungkan lagi, pada saat panen raya petani Kalitengah mendapatkan harga yang tinggi. Harga gabah kering sawah bisa mencapai Rp. 5.700-6.000 per kg. Hal ini juga dikarenakan banyak pembeli gabah dari luar daerah. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Dorong Mandiri Pupuk, PPL Kalitengah Latih Petani Bikin Pupuk Organik Cair

On Maret 22, 2023

Lamongan (21/3) - Pemerintah Desa Mungli mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok tani berupa pelatihan pembuatan pupuk organik cair. Kegiatan ini diadakan selama 4 hari, tanggal 9, 14, 16 dan 21 maret 2023.
Bertindak sebagai fasilitator sekaligus pemateri pelatihan ini dari Penyuluh pertanian dan POPT Kecamatan Kalitengah, yaitu: Kartono, Watini, Rizqi dan Khusnun dari BPP Kalitengah.

Pelatihan yang dikemas sekolah lapang (SL) ini diikuti oleh 25 peserta yang tergabung dalam Gapoktan Sri Rejeki Desa Mungli. Dalam proses pembuatan pupuk organik cair dihadiri oleh Camat Kalitengah, Sekcam Kalitengah, Kasi PPM dan juga PLD Kecamatan Kalitengah. Bahkan Camat Kalitengah sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini dan akan dijadikan salah satu inovasi dalam mendukung program Bupati Lamongan dalam mengatasi permasalahan kelangkaan Pupuk. 

Meneruskan arahan Bupati Lamongan, Camat Kalitengah Nurul Misbah menjelaskan ada 3 hal permasalahan di Lamongan yg harus dituntaskan, yaitu; jalan, banjir dan pupuk. 

Terkait permasalahan pupuk, saat ini terjadi pengurangan subsidi bidang pertanian tanaman pangan dan pencabutan pupuk subsidi pupuk perikanan. Maka kita harus berupaya untuk membuat pupuk organik sendiri. Perlu ada inovasi pembuatan pupuk, bisa menggunakan dana desa bidang ketahanan pangan. 

"Ayo buat pupuk organik sendiri, dengan bahan alami yang ada disekitar kita. Diperuntukkan warga masyarakat sendiri, jangan dijual dulu," ajak Camat Kalitengah. 

Menurut Kades Mungli, Sutrisno, Kegiatan pelatihan yang difasilitasi dengan dana desa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani khususnya petani desa mungli. Disamping itu juga sebagai upaya mengantisipasi kelangkaan pupuk dimasa tanam padi nantinya.

"Kegiatan ini diadakan untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk dimasa tanam padi nanti dan harapannya juga kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, nantinya harus ada tindak lanjut sampai tingkat produksi, minimal hasilnya bisa memenuhi kebutuhan petani Desa Mungli," tambahnya. 

Kartono, penyuluh Pertanian BPP Kalitengah ini menyampaikan dirinya siap mendampingi petani baik saat pelatihan maupun saat aplikasi di Lapangan. "Petani Desa mungli kita ajak merubah mindsetnya, kita ajak mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, kita dorong untuk membuat pupuk sendiri dengan bahan yang ada disekitar kita, agar bisa mandiri pupuk" Katanya.

Dalam pelatihan singkat selama 4 hari ini, petani dilatih membuat 6 produk pupuk organik cair (POC), diantaranya; PGPR, FERINSA URIN SAPI, ASAM HUMAT ENCENG GONDOK, ASAM AMINO KEONGMAS, BIOFRESH dan PSB. 

Salah satu peserta pelatihan,Subandi mengatakan "Harapan kami output kegiatan pelatihan ini bisa menggerakkan kegiatan perekonomian di Desa" ucapnya.

Inovasi Pupuk Organik Cair : Mendorong Pertanian Berkelanjutan di Kecamatan Kalitengah

On Maret 22, 2023

Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian suatu daerah. Di Kecamatan Kalitengah, pertanian memiliki peran yang signifikan dalam mencukupi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya mendorong pertanian berkelanjutan, salah satu inovasi yang telah diperkenalkan adalah penggunaan pupuk organik cair dengan judul Mantapkan Pertanian dengan Pupuk Organik Cair "MANTAN PACAR".


Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik alami, seperti limbah pertanian, limbah ternak, atau bahan organik lainnya. Pupuk ini memiliki beragam manfaat bagi tanah dan tanaman, serta ramah lingkungan. Di Kecamatan Kalitengah, inovasi penggunaan pupuk organik cair telah menunjukkan potensi yang besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi dampak negatif penggunaan pupuk kimia.

Salah satu keuntungan utama dari penggunaan pupuk organik cair adalah kandungan nutrisi yang lengkap dan mudah diserap oleh tanaman. Pupuk ini mengandung berbagai unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Dalam jangka panjang, penggunaan pupuk organik cair secara konsisten dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.


Pupuk organik cair juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia, risiko pencemaran tanah dan air dapat berkurang. Selain itu, bahan-bahan organik yang digunakan dalam pembuatan pupuk ini dapat mengurangi jumlah limbah pertanian yang dibuang begitu saja, sehingga membantu mengurangi masalah limbah dan mempromosikan siklus pertanian yang berkelanjutan.

Dalam menerapkan inovasi pupuk organik cair di Kecamatan Kalitengah, beberapa langkah telah dilakukan. Pertama, penyuluhan dan pelatihan kepada petani mengenai manfaat penggunaan pupuk organik cair serta cara pembuatannya sendiri. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada petani dalam memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar mereka.


Kedua, pemerintah daerah setempat telah memberikan dukungan berupa penyediaan sarana dan prasarana untuk pembuatan pupuk organik cair. Misalnya, pembangunan bak penampungan limbah pertanian di setiap desa, pendirian pusat pengolahan limbah organik, dan penyediaan alat dan mesin untuk pembuatan pupuk.

Ketiga, telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan pupuk organik cair ini. Dengan mengumpulkan data mengenai pertumbuhan tanaman, produktivitas, dan kualitas hasil panen, dapat diukur sejauh mana pupuk organik cair memberikan manfaat bagi petani. Evaluasi ini menjadi dasaruntuk pengembangan lebih lanjut serta penyesuaian metode penggunaan pupuk organik cair di masa depan.

Tak dapat dipungkiri bahwa inovasi pupuk organik cair di Kecamatan Kalitengah telah memberikan dampak positif bagi pertanian dan lingkungan. Penggunaan pupuk organik cair tidak hanya meningkatkan hasil panen dan produktivitas tanaman, tetapi juga menjaga kelestarian tanah dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Selain itu, inovasi ini juga memberikan peluang ekonomi baru bagi petani. Dengan memproduksi pupuk organik cair sendiri menggunakan bahan-bahan organik yang ada di sekitar mereka, petani dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan. Selain itu, dengan meningkatkan kualitas hasil panen, petani dapat memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk pertanian mereka.

Pengembangan inovasi pupuk organik cair ini juga dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam mendorong pertanian berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, dan lembaga penelitian, dapat dilakukan penyebarluasan informasi dan pelatihan mengenai penggunaan pupuk organik cair yang efektif dan efisien.

Dalam jangka panjang, penerapan inovasi ini diharapkan dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan di Kecamatan Kalitengah. Dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk organik cair dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, pertanian dapat menjadi lebih ramah lingkungan, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta menjaga kualitas dan kesuburan tanah.

Inovasi pupuk organik cair di Kecamatan Kalitengah merupakan langkah yang penting dalam membangun pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan terus mengembangkan dan memperluas penggunaan pupuk organik cair ini, diharapkan pertanian di Kecamatan Kalitengah akan semakin maju, produktif, dan lestari, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Inovasi Pupuk Organik Cair “MANTAN PACAR” Membawa Harapan Baru bagi Pertanian di Kalitengah

On Maret 21, 2023

Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Kecamatan Kalitengah. Namun, selama beberapa tahun terakhir, petani di Kecamatan Kalitengah menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman mereka. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, adanya kelangkaan pupuk dengan dicabutnya subsidi beberapa jenis pupuk dan mahalnya pupuk nonsubsidi mengharuskan petani punya solusi yang baik. Namun, dengan adanya inovasi baru dalam bentuk pupuk organik cair, para petani di Kecamatan Kalitengah kini memiliki harapan baru dalam meningkatkan hasil pertanian mereka secara berkelanjutan.


Pupuk organik cair merupakan salah satu solusi inovatif yang menggabungkan manfaat nutrisi alami dengan teknologi modern. Pupuk ini terbuat dari bahan-bahan organik, seperti limbah pertanian, limbah ternak, dan bahan organik lainnya. Proses pembuatan pupuk organik cair melibatkan dekomposisi bahan organik menggunakan mikroorganisme yang menghasilkan nutrisi yang mudah diserap oleh tanaman.

Keunggulan pupuk organik cair terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan kandungan mikroorganisme yang bermanfaat. Pupuk ini juga dapat mengurangi kebutuhan akan pupuk kimia, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, pupuk organik cair memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.


Penerapan pupuk organik cair di Kecamatan Kalitengah telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari hasil aplikasi, beberapa petani melaporkan peningkatan hasil panen yang signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tanaman menjadi lebih sehat dan kuat, dengan sistem perakaran yang lebih baik. Hal ini berdampak positif pada pendapatan petani dan kualitas hidup mereka.

Selain itu, pupuk organik cair juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia, risiko pencemaran tanah dan air dapat berkurang. Lebih lanjut, penggunaan pupuk organik cair membantu dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan kualitas tanah secara keseluruhan.


Pemerintah Kecamatan Kalitengah, Camat Nurul Misbah telah memberikan dukungan dalam pengembangan dan penerapan pupuk organik cair di Kecamatan Kalitengah. “Bersama dengan Balai penyuluhan pertanian (BPP) Kalitengah dan Pemerintah desa, kami  menyediakan pelatihan dan pendampingan kepada petani untuk membuat pupuk organik sendiri dan memastikan pemahaman yang baik tentang penggunaan dan manfaat pupuk organik cair. Selain itu, pemerintah juga berperan dalam memfasilitasi akses terhadap bahan baku pupuk organik cair yang berkualitas,” Ungkapnya. 

Camat Kalitengah juga mendorong penggunaan 20% dana desa untuk ketahanan pangan, termasuk pemberdayaan pembuatan pupuk organik cair. “Alhamdulillah saat ini kita mempunyai inovasi, Mantan pacar, yang merupakan singakatan dari mantapkan pertanian dengan pupuk organik cair,” Tambahnya. 

Dengan adanya inovasi pupuk organik cair, petani di Kecamatan Kalitengah kini memiliki solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam meningkatkan hasil pertanian mereka. Pupuk organik cair tidak hanya memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman, tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Sudarto, Koordinator PPL Kalitengah menambahkan, “Harapannya, dengan penggunaan pupuk organik cair yang lebih luas, petani di Kecamatan Kalitengah dapat mengurangi ketergantungan mereka pada pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Penerapan inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun pertanian yang berkelanjutan”.

“Pupuk organik cair adalah contoh nyata bagaimana inovasi dapat membantu mengatasi tantangan dalam pertanian. Dengan terus mendorong penelitian dan pengembangan dalam bidang ini, diharapkan akan ada lebih banyak inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di Kecamatan Kalitengah dan wilayah lainnya,” Kata sudarto.

Kecamatan Kalitengah telah membuktikan bahwa dengan adanya inovasi pupuk organik cair, ada harapan baru bagi pertanian untuk tumbuh dan berkembang dengan cara yang lebih berkelanjutan. Dukungan dari pemerintah, petani, dan para ahli pertanian sangat penting untuk memastikan kesuksesan dan penyebaran inovasi ini. Dengan kerjasama yang baik, pertanian di Kecamatan Kalitengah dapat terus maju menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Camat Kalitengah Dorong Petani Atasi Wereng dengan Gerakan Pengendalian Secara Masal

On Februari 24, 2023

Kalitengah (24/2) - Hama Wereng saat ini mulai merajalela, bahhkan ada yang sudah gosong seperti terbakar. Maka harus diadakan gerakan Pengendalian secara masal seperti ini, hasilnya akan lebih efektif. Demikian yang disampaikan Camat Kalitengah Nurul Misbah dihadapan 40 petani peserta gerdal. 

"Kegiatan untuk pengamanan produksi padi, agar tidak gagal panen. Alhamdulillah di Kecamatan Kalitengah sudah dilaksanakan gerakan Pengendalian di 4 Desa, yaitu; Desa Butungan, Desa Pengangsalan, Desa Kuluran dan saat ini di Desa Kalitenga," ujarnya.

"Semoga gerakan pengendalian masal seperti ini bisa dilaksanakan di seluruh Desa Se Kecamatan Kalitengah. Sehingga aman dari wereng dan bisa panen secara maksimal," Harap Camat Kalitengah. 

Senada dengan Camat Kalitengah, Kades Kalitengah, Ardik Marwoto berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi petani Desa Kalitengah dan petani bisa panen dengan hasil yang memuaskan. 

Sementara itu, Kortikab POPT Lamongan, Mastur AS, mengajak petani membuat pengendali hama dan penyakit sendiri dengan menggunakan Agens pengendali hayati (APH). "Kita jangan. Hanya tergantung pupuk dan pestisida kimia saja, petani bisa mandiri untuk membuat sendiri dengan bahan bahan dari Alam," Ajak Mastur. 

"Ayo merubah pola pikir, jangan hanya menggunakan kimia. Aslinya dengan penggunaan kimia, biaya produksi pertanian itu akan semakin tinggi," Tambah Mastur. 

"Contohnya, seperti saat ini ada inovasi baru, yaitu BIOSAKA yang bisa berfungsi Sebagai boster tanaman dan bisa menghemat pemakaian pupuk. Kita bisa membuatnya dengan menggunakan bahan rumput-rumputan dan daun-daunan disekitar kita. Penggunaan bahan alami ini selain menghasilkan produk menuju organik juga untuk menjaga lingkungan kita," lanjut Mastur.

Acara dilanjutkan dengan penyemprotan tanaman oleh petani dan survey tanaman padi varietas Pak Tiwi program IP 400 Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Lamongan, yang seminggu lagi akan panen. 

Oleh: Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Dinas KPP & Proteksi Wilker Bojonegoro Adakan Pengendalian Masal Hama Wereng Pakai Agens Hayati di Kalitengah

On Februari 17, 2023

Kalitengah (17/3) - Petani Kalitengah mengikuti gerakan Pengendalian Masal Wereng Batang Coklat (WBC) yang saat ini mulai merajalela di Kecamatan Kalitengah Kalitengah. Acara dilaksanakan di sawah Poktan Sumber Bahagia II Desa Butungan, pada Jum'at (17/2/2023). 

Gerakan Pengendalian kali ini diikuti 45 Petani Desa Butungan. Selain itu juga dihadiri Korwil Proteksi TPH Wilker Bojonegoro, Fadlori, SP, Kortikab POPT Kabupaten Lamongan, Mastur As, SP, MMA, Kasi Tanaman Pangan, Santi, Kasi Pasca Panen, Badi, Kasi Hortikultura, Vera, Kepala UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian Solokuro, Abas Sholeh, Staff Wilker Bojonegoro, Dianon, Koordinator BPP Kalitengah, Sudarto bersama PPL dan POPT Kecamatan Kalitengah dan Karanggeneng. 

Menurut Ketua Kelompok Sumber Bahagia II, Muchid, menyampaikan "Target pengendalian wereng di hamparan lahan petani di Poktan sumber bahagia II Desa Butungan seluas 25 Ha". 

Ketua Poktan juga mengajak petani untuk melaksanakan pengendalian secara alami dengan menggunakan Agens hayati dan membuatnya sendiri, tentunya minta dukungan dari pemerintah Desa Butungan. 

Korwil PTPH, Fadlori saat pembinaan mengatakan "saat ini kita mengendalikan hama wereng dengan menggunakan APH, agen pengendali hayati. APH ini bisa untuk mengendalikan hama dan penyakit juga bisa digunakan sebagai pupuk alami, diantaranya pakai Pgpr". 

"Ini bisa menjadi solusi adanya kelangkaan pupuk saat ini," Tambah Fadlori. 

"Alhamdulillah dibeberapa daerah dengan penerapan agen hayati ini, banyak yang sudah membuktikan bahwa wereng sudah tidak menjadi ancaman," terang Fadlori. 

Lebih lanjut, Fadlori dan Staff Wilker Bojonegoro siap mendampingi petani dalam membuat APH. "Dengan penerapan APH ini sebagai wujud usaha kita untuk memenuhi kebutuhan petani secara mandiri, yaitu membuat pengendali hama penyakit sendiri juga membuat pupuk alami sendiri".

"Caranya kita membuat bersama sebelum tanam, kemudian kita aplikasikan mulai dari persemaian sampai menjelang panen," Terang Fadlori. 

"APH ini terdiri dari 7 jenis mikroorganisme, ada penambat N, Pemecah phosphat, dan berbagai jenis mikroorganisme lain. Inilah yang bisa membantu petani dalam mengendalikan hama dan penyakit serta bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan ini bisa kita buat sendiri. Wilker Bojonegoro akan siap membantu dalam proses pembuatannya" Pungkasnya. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Menteri Pertanian: Lamongan Juaranya Bidang Pertanian!

On Februari 15, 2023

Lamongan (15/2) - Menteri pertanian Indonesia, Prof DR Sahrul Yasin Limpo panen raya padi di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Walaupun hujan turun deras tidak menurunkan semangat Menteri Pertanian dan Bupati untuk panen raya Padi. Rabu (15/2/2023).

Mengawali Sambutannya, Menteri pertanian menyanyikan lagu Indonesia tanah air Beta. "Indonesia merdeka juga jasa para petani, yang mensuplai pangan para pejuang". 

"Cara menjaga Indonesia, pertanian Lamongan harus lebih baik", pesan Mentan, sambil melanjutkan lagu Indonesia tanah air Beta. 

"Kenapa kami ke Lamongan?, karena Lamongan juaranya dibidang pertanian. Di Lamongan penyokong pertanian Indonesia. Petani Lamongan tidak putus asa terus bertani. Tanpa petani kita nggak bisa makan," lanjut Mentan.

Contohnya, saat Covid-19 negara yang cukup kuat, bertahan dalam Covid-19 itu Indonesia, produksi pertani tambah meningkat 16%. 

Saat Covid-19 semua bidang tidak berjalan selama 2 tahun, tapi selama pejabat saling membantu dan membela petani, insaAllah Indonesia akan aman-aman saja saja. 

Menteri pertanian mengajak Bupati dan pejabat, "Kalau ingin melihat rakyat aman bahagia, ayo mengurusi pertanian,". 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Poktan Harta Agung 05 Adakan Gerakan Pengendalian OPT pakai Agens Hayati

On Januari 22, 2023

Kalitengah (10/1) - Poktan Harta Agung 05 Desa Sugihwaras mengadakan gerakan Pengendalian serentak agens hayati untuk mengendalikan OPT yang menyerang tanaman padi. 

Kegiatan ini diikuti 30 orang petani dan dihadiri oleh Kortikab POPT Kabupaten Lamongan, Mastur AS, SP, MMA, POPT Lamongan, Jono, POPT Kalitengah Khusnun, KPPAH Lamongan dan juga didampingi penyuluh pertanian Kecamatan Kalitengah. 

Jono, POPT Kabupaten Lamongan menyampaikan, "Hari ini kita melaksanakan pengendalian OPT secara serentak dengan menggunakan Agens hayati Pgpr. Hal ini diawali dari pengamatan POPT Kecamatan Kalitengah, yang menemukan tanaman padi di Dusun Sumberjo Desa Sugihwaras muncul gejala daun merah,".

"Agens hayati ini supaya disemprotkan saat cuaca sudah dingin, yaitu aplikasi sore hari agar Agens hayati tidak mati, karena organisme hidup. Aturan menyemprot Agens hayati, yaitu 1 gelas Aqua dicampur dengan 15 liter air atau 1 tangki 1 gelas air mineral," tambahnya. 

Jono menambahkan, "Agens hayati ini selain bisa mengendalikan hama dan penyakit juga bisa berfungsi sebagai Pembenah air, pembenah tanah dan juga bisa sebagai penetral residu racun".

"Saya harap petani bisa melaksanakan pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan, salah satunya dengan menggunakan Agens hayati ini," harap Jono. 

Menutup acara gerdal, Mastur menegaskan,  "Agens hayati ini merupakan pengendali alami yang Ramah lingkungan dengan tingkat pengendalian yang tidak kalah dengan Pestisida kimia".
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,