-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"
By Kartono Farmer (085745135415). Powered by Blogger.

Temu Wicara 2019: SDM Pertanian Milenial Menyongsong Industri 4.0

On October 19, 2019

Temu Wicara 2019: SDM Pertanian Milenial Menyongsong Industri 4.0


Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lamongan mengadakan temu Wicara kontak tani tahun 2019, bertempat di pendopo Lokatantra, Jum'at (18/10/2019).


Temu wicara kontak tani yang menjadi agenda tahunan Dinas Pertanian Lamongan ini diikuti oleh 400 orang dari petani, Penyuluh, Babinsa dan Camat se-Kabupaten Lamongan. Acara ini sebagai ajang silaturahim Bupati Lamongan, Kepala Dinas bersama dengan petani, dan petani bisa komunikasi langsung dengan Bapak Bupati terkait permasalahan Pertanian yang ada di Lamongan. Dalam forum ini akan mempertemukan program pemerintah dengan usulan-usulan dari petani, sehingga klop dan bisa dijalankan.


Kepala Dinas TPHP, Rudjito menyampaikan "Ide-ide Bapak Bupati Lamongan termasuk Ide yang Revolusioner, salah satunya ide pengembangan jagung modern Lamongan sampai bisa menghasilkan lebih dari 10 ton per Ha".

"Komoditas jagung mengalami peningkatan yang signifikan dari 6,7 ton per Ha 2016,  meningkat menjadi 10,12 ton per Ha pada tahun 2019. Komoditas padi tahun 2019 terjadi peningkatan drastis, salah satu hasil penerapan program Manajemen Tanaman Sehat (MTS), dari 7 ton per Ha meningkat menjadi 7,6 ton/Ha GKG, ini paling tinggi di Jawa Timur" jelas Rudjito.

"Saat ini di era industri 4.0 pelaku usaha tani sudah mengalami peningkatan kapasitas petani menjadi Petani Milenial, dengan kemampuan mengakses teknologi dalam budidaya dan pemasaran" terang kepala Dinas TPHP ini. 

Bupati Lamongan, Fadeli menyampaikan "Keberhasilan Lamongan dalam pengembangan jagung diawali study Banding jagung ke AIWA Amerika Serikat. Perjalanan 3 tahun roadmap jagung sudah menghasilkan peningkatan 9.5 ton per Ha".

"PPL di kabupaten Lamongan harus bisa menyongsong era industri 4.0" tegas Bupati Lamongan.

"Produksi kita sudah meningkat, tapi masih kalah dengan Vietnam yang bisa produksi pertanian dengan biaya yang murah. Kita akan study Banding ke Vietnam, kalau bisa PPL nya diajak studi banding ke Vietnam juga", jelas Bupati Lamongan ini, disambut tepuk tangan dari dari semua peserta termasuk PPL Kabupaten Lamongan. 

"Sistem pengendalian Hama Tikus dengan Minapadi kolam dalam, (Minakodal) di Sleman, ada peningkatan kesejahteraan petani, kolam lebar 2,5 meter keliling sawah. Kalau di Sleman aja bisa, maka Lamongan harus bisa"

"Kuncinya PPL bisanya modern harus sering ketemu, ada ilmu-ilmu yang diberikan pada kita sekalian"

"Lamongan itu kelebihan tebon, kelebihan damen, tapi kekurangan Sapi. Saya ingin tletong-tletong dimanfaatkan petani jadi pupuk, itu bisa jadi uang"


"Topik TERSAPU JAGAT mau saya tampilkan ke kementerian PAN-RB sebagai sakipnya kabupaten Lamongan.

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »